Dalil Kebolehan Merayakan Maulid Nabi Dalam Al-Quran Dan Hadis

AKURAT.CO, Maulid Nabi Muhammad SAW adalah bentuk peringatan atas kelahiran manusia agung. Nabi Muhammad SAW telah membawa pijar Islam ke seluruh penjuru dunia. Maka sepatutnya bila umat Islam merayakannya.
Tetapi walaupun demikian masih saja ada saja orang yang menentang maulid Nabi. Maulid Nabi dianggap sebagai kegiatan sesat karena tidak ada dalil-dalil yang membolehkannya. Padahal ada banyak dalil yang justru membolehkan melakukan maulid nabi baik dalam Al-Qur'an maupun hadits Nabi Muhammad.
Diantaranya dalam al-Qur’an surat Yunus ayat 58 dan surat al-Abiya’ ayat 107, Allah SWT berfirman:
قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ. يونس: ٨٥
Artinya: "Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”. (QS. Yunus: 58).
Baca Juga: Bukan Bid'ah, Merayakan Maulid Nabi Justru Dianjurkan Agama
Islam adalah agama karunia yang dapat menyelamatkan umat manusia dari ketersesatan. Nabi Muhammad sendiri merupakan orang yang membawa risalah Islam untuk keselamatan manusia. Memperingatinya adalah sebuah hal yang wajar dan bahkan keharusan sebagai bentuk terimakasih atau cinta umatnya kepada nabinya.
Begitulah para mufasir mengatakan bahwa karunia Allah adalah apapun yang membuat seseorang beruntung di dunia dan akhirat. Maka diturunkannya Islam melalui Nabi Muhammad adalah sebuah karunia agung yang sudah seharusnya kita syukuri.
Dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ. الأنبياء: ١٠٧
Artinya: “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS al-Anbiya: 107).
Melalui ayat ini Allah ingin menegaskan bahwa Nabi Muhammad adalah sang pemberi rahmat kepada manusia sekalian. Bila kita berterimakasih dan cinta kepada pemberi cinta bukan hal yang aneh. Dan, maulid nabi adalah sebuah perayaan yang ditujukan untuk merayakan kelahiran seseorang yang telah memberi rasa cinta kepada umatnya.
Baca Juga: Manfaat Memperingati Maulid Nabi, Muslim Wajib Tahu!
Dalam suatu hadis, Rasulullah juga memberikan perumpamaan demikian:
عن أبي قتادة رضي الله عنه : أن رسول الله صلى الله عليه وسلم سُئل عن صوم يوم الإثنين؟ فقال “فيه ولدت، وفيه أنزل علي” رواه الإمام مسلم في الصحيح في كتاب الصيام.
Artinya: "Dari Abi Qotadah Ra, bahwa Rasulullah SAW ditanya mengenai puasa hari senin. Maka beliau menjawab “Di hari itu aku dilahirkan, dan di hari itu diturunkan padaku (Al-Qur’an)” (HR. Imam Muslim dan Muslim).
Hadis ini memberi isyarat bahwa memperingati apa yang baik dari Rasulullah adalah sebuah kesunahan, sebagaimana puasa di hari Senin. Tentu saja, kelahiran nabi adalah hal yang amat baik dan merupakan karunia agung, maka merayakan dan memperingatinya adalah sebuah hal yang wajar, dan, bisa saja dianggap kesunahan.
Wallahu A'lam.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









