Akurat
Pemprov Sumsel

Ketahui 6 Resep Bahagia Menurut Imam Al-Ghazali, Yuk Amalkan Dalam Kehidupan Sehari-hari

Shalli Syartiqa | 2 November 2023, 10:08 WIB
Ketahui 6 Resep Bahagia Menurut Imam Al-Ghazali, Yuk Amalkan Dalam Kehidupan Sehari-hari

AKURAT.CO- Setiap orang di seluruh dunia umumnya menginginkan kebahagiaan. Namun, bagi seorang muslim, kebahagiaan tidak hanya dihubungkan dengan hal-hal duniawi.

Bagi mereka, tanda kebahagiaan tidak hanya terletak pada aspek material.

Lebih dari itu, ulama-ulama mendorong umat Islam untuk mengejar kebahagiaan yang lebih mendalam dan bermakna.

Berikut ini resep bahagia ulama besar al-Ghazali yang tertuang dalam kitabnya yang berjudul Ihya' Ulumuddin:

1. Tawakal

Langkah pertama dalam membersihkan hati dapat dilakukan dengan tawakal, yaitu menyerahkan diri kepada Tuhan.

Dalam ajaran tasawuf, tawakal digunakan sebagai sarana untuk menyucikan jiwa manusia dari keterikatan pada hal-hal duniawi.

Sebagai gantinya, perhatian pikiran diarahkan hanya kepada kontemplasi Allah SWT.

2. Bersyukur

Rasa syukur dijelaskan sebagai bentuk penghargaan atas semua anugerah dan karunia yang diberikan oleh Sang Pencipta.

Dalam perspektif Islam, bersyukur dianggap sebagai pencapaian tinggi bagi seorang hamba yang mampu menerima segala yang dianugerahkan oleh Tuhan kepadanya.

Oleh karena itu, penting bagi seorang Muslim untuk menggantungkan kebahagiaannya bukan pada hal-hal materi, melainkan pada penghayatan akan kebesaran Allah yang akan membimbingnya menjadi seorang Muslim yang bersyukur.

3. Zuhud

Zuhud, yang berarti melepaskan diri dari kenikmatan dunia karena potensi kenikmatan tersebut dapat mengganggu hubungan antara seorang hamba dengan Sang Pencipta, adalah suatu konsep yang penting dalam tasawuf.

Menurut al-Ghazali, kenikmatan yang diperoleh manusia di dunia tidak selalu disebabkan oleh ketaatan kepada Tuhan, melainkan lebih sering karena dorongan hawa nafsu.

Selain itu, kenikmatan tersebut hanya bersifat sementara.

4. Sabar

Sabar adalah salah satu dari akhlak utama dalam Islam dan oleh karena itu sangat penting bagi umat muslim agar mereka dapat menghadapi tantangan dalam dunia maupun akhirat.

Ini disebabkan karena dunia seringkali penuh dengan rintangan dan ujian yang datang dalam berbagai bentuk.

Tantangan yang seringkali muncul adalah godaan nafsu. Salah satu cara untuk mengatasi godaan nafsu adalah dengan bersikap sabar.

Oleh karena itu, menjaga sifat sabar di dalam diri adalah suatu aspek yang sangat signifikan yang harus diimplementasikan dalam kehidupan.

5. Muhasabah diri

Muhasabah diri adalah istilah lain yang merujuk pada introspeksi, yaitu tindakan merenungkan segala tindakan yang telah dilakukan oleh seseorang.

Untuk mencapai kebahagiaan dalam hidup, seorang hamba tidak boleh mengabaikan proses muhasabah karena ini adalah langkah evaluasi terhadap kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi dalam masa lalu.

Muhasabah adalah unsur penting karena berfungsi sebagai sarana untuk membuat seseorang menyadari bahwa dirinya tidak sempurna dan memberikan pemahaman bahwa kesempurnaan sejati hanya dimiliki oleh Tuhan semata.

6. Khauf dan raja'

Menurut Imam al-Ghazali, khauf (rasa takut) dan raja' (rasa harap) diibaratkan sebagai dua sayap yang berperan sebagai sarana untuk membimbing seseorang menuju tingkatan sebagai hamba yang dicintai Tuhan.

Perilaku khauf dan raja' hanya akan muncul pada seseorang yang memiliki niat tulus untuk melakukan perbuatan baik sesuai dengan seluruh ketetapan yang telah ditetapkan oleh Tuhan.

Khauf dijelaskan sebagai bentuk rasa takut seseorang terhadap Tuhan karena Tuhan adalah Sang Pencipta.

Raja' adalah fase di mana seseorang telah lama mengharapkan semua jenis kenikmatan yang berasal dari doa yang secara khusus diarahkan kepada Sang Pencipta. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.