Bagaimana Hukum Orang Islam Dukung Israel? Tindakan Kekufuran Dan Kemunafikan Besar

AKURAT.CO- Konflik antara Hamas dan Israel di perbatasan Israel dan Jalur Gaza telah berlangsung sejak awal Oktober, memicu reaksi beragam di seluruh dunia.
Banyak negara-negara barat mendukung tindakan Israel dengan alasan membela diri dari serangan Hamas, sementara banyak negara Arab dan Muslim mendukung kemerdekaan Palestina.
Akhir-akhir ini, terdapat juga orang muslim tampaknya mendukung Israel tanpa alasan yang jelas. Hal tersebut yang menarik perhatian ulama Arab Saudi, Syaikh Assim Al-Hakeem.
Sheikh Assim Al-Hakeem merupakan seorang cendikiawan terkemuka dalam dunia Islam.
Sheikh Assim Al-Hakeem dilahirkan pada tahun 1962 di Arab Saudi.
Ia tumbuh dalam keluarga yang sangat taat agama Islam, yang telah membentuk minatnya dalam memahami ajaran Islam sejak usia muda.
Pada tahun 1987, beliau meraih gelar Sarjana (BA) dalam bidang Linguistik dari Universitas King Abdul-Aziz di Jeddah.
Pada tahun 1998, Sheikh Assim Al-Hakeem berhasil menyelesaikan Diploma Tinggi Studi Islam dari Universitas Umm al-Qura di Makkah, Arab Saudi.
Tak heran jika sosok Syaikh Assim al-Hakeem viral di Twitter usai potongan video dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan ramai diperbincangkan warganet.
Hukum Orang Islam Mendukung Israel
Salah satu pertanyaan warganet adalah soal bagaimana hukumnya orang Islam yangmendukung Israel.
Ternyata, respons yang diberikan oleh Syaikh Assim al-Hakeem mengundang reaksi heboh dari warganet.
Beliau mengatakan bahwa orang muslim yang memberikan dukungan kepada Israel dapat dianggap sebagai munafik.
"Mendukung Israel melawan umat Islam itu adalah sebuah tindakan kekufuran. Menjadikan musuh umat Islam sebagai kawan itu sebuah kemunafikan yang besar," jelas Syaikh Assim al-Hakeem di akun Twitternya, Kamis (11/2/2023).
Islam mengajarkan untuk selalu berpihak pada kebaikan dan menolak keburukan.
Menolak atau menjauhi kejahatan dan perilaku yang salah termasuk penolakan terhadap segala bentuk kerjasama dalam melaksanakan tindakan yang merugikan dan perbuatan dosa.
Sebagaimana sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Al Maidah ayat 2 yang berbunyi:
"Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya"[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








