Boikot Produk Zionis Israel Tetapi Tidak Memboikot Sosial Media, Munafikkah? Ini Jawabannya Cerdas!

AKURAT.CO - Salah satu cara umat Islam mendukung Pestina adalah dengan melalukan boikot produk zionis Israel.
Selama ini di media sosial sudah cukup ramai dengan aksi boikot produk zionis Israel, dari mulai makanan, parfum, alat mandi, kecantikan, dan lain sebagainya.
Namun kenapa soal boikot produk zionis Israel kita tidak memboikot sosial media seperti Facebook, Twitter, Instagram, yang merupakan produk Barat yang terafiliasi dengan Israel?
Baca Juga: Benarkah Jika Palestina Menang Lawan Israel Hari Kiamat Tiba? Ini 5 Ayat Al-Quran Tentang Hari Akhir
Pengamat Politik Timur Tengah Dina Y Sulaiman mengatakan, tujuan boikot adalah untuk menghancurkan ekonomi Israel.
"Agar mereka tidak punya lagi kekuatan untuk melanjutkan penjajahannya atas Palestina. Strategi boikot pernah berhasil dilakukan untuk menumbangkn rezim apartheid Afsel tahun 1990-an," kata Dina, dikutip melalui akun Facebooknya, Jumat (3/10/2023).
Adapaun soal tidak boikot sosial media, Dosen Hubungan Internasional UNPAD itu memberitahukan melalui video yang diunggahnya, yaitu tetap menggunakan sosial media untuk membuat pemboikotan.
"Kalau sosial media diboikot juga, tujuan propaganda memboikot produk-produk si Rewel (Israel) tidak sampai. Karena mereka melakukan propaganda dengan sosial media," disebut dalam video berdurasi 2.30 menit itu.
Dua-duanya (produk dan sosial media), lanjut keterangan video itu, sama. Hanya beda diambil tindakan. Yang satu untuk menekan aliran dana yang satu menekan propaganda.
Baca Juga: Dukung Palestina, Ini Sosok Whulandary Herman Puteri Indonesia Yang Disindir Miss Israel
Selain itu, yang sering dipermasalahkan soal boikot produk Israel di Indonesia adalah kekhawatiran para pekerja yang diasumsikan akan kehilangan pekerjaan.
"Boikot untuk menghentikan pembunuhan warga Palestina itu skala prioritas. Kalau pekerjaan insya Allah ada lagi, ada yang lebih baik lagi, daripada mementingkan pribadi namun di satu sisi membunuh saudara muslim yang lain," lanjut keterangan tersebut.
Demikian jawaban cerdas dalam video yang diunggah pengamat politik Timur Tengah Dina Ya Sulaiman.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






