Netizen Indonesia Julid fi Sabilillah, Strategi Jihad Membela Palestina ala Hasan Bin Tsabit Sahabat Rasulullah yang Berperang Tanpa Pedang

AKURAT.CO, Trend julid fi sabilillah yang dilakukan oleh netizen Indonesia dimulai sejak pertengahan bulan November 2023, yang mana trend ini menjadi salah satu jihad netizen Indonesia dalam membela dan mendukung kemerdekaan Palestina.
Julid fi sabilillah yang dilakukan oleh netizen Indonesia ini dilakukan melalui media sosial seperti Twitter (sekarang X, Instagram, Facebook, Tiktok, Telegram dan lainnya. Serangan yang dilakukan oleh netizen-netizen di media sosial tersebut menyasar ke pihak-pihak yang berkaitan dengan Israel, hingga seorang presenter Israel pun menyampaikan permintaan maaf.
Jihad yang dilakukan oleh netizen Indonesia ini juga disebut sebagai jihad ala Hasan bin Tsabit, salah seorang sahabat Rasulullah yang berperang tanpa pedang melainkan dengan syair-syairnya.
Dari hal ini lah netizen Indonesia mulai gencar melakukan penyerang kepada orang yang berkaitan langsung dengan Israel seperti, pasukan militer, polisi, pemerintah dan termasuk orang-orang yang melakukan propaganda di media sosial kepada Palestina.
Lantas, seperti apakah jihad yang dilakukan oleh Hasan bin Tsabit sahabat Nabi SAW dalam berperang tanpa menggunakan pedang tersebut? Berikut ini kisah sahabat nabi tersebut, sebagaimana telah dikutip dari berbagai sumber pada Kamis (30/11/2023).
Sejarah Jihad Hasan bin Tsabit, Sahabat Rasulullah yang Berperang Tanpa Pedang
Untuk membela dan mendukung kemerdekaan Palestina, masyarakat Indonesia melakukan upaya jihad melalui media sosial, yang mana gabungan netizen Indonesia ini disebut dalam “Julid fi Sabilillah” sebagaiman strategi ini mengikuti cara jihad sahabat nabi Muhammad SAW, yaitu Hasan bin Tsabit.
Hasan bin Tsabit atau yang bernama lengkap Abu al-Walid Hassan bin Tsabit yang merupakan keturunan dari suku Kharaz, yang mana suku ini berhijrah dari Yaman ke Hijaz dan akhirnya menetap di Madinah.
Sahabat Rasulullah sering kali ikut berperang, walaupun tanpa pedang sebab Hasan bin Tsabit ikut berperang dengan syair-syairnya untuk melawan propaganda fitnah dari kaum-kaum yang memerangi agama Islam pada zaman Rasulullah SAW.
Kepintaran Hasan bin Tsabit dalam merangkai kata-kata pada syairnya membuat ia mendapat tempat di sisi Rasulullah. Yang mana posisi tersebut ialah sebagai penyair kesayangan, bahkan dikenal sebagai ‘penyair Rasulullah’ atau ‘Syair Rasulullah.’
Hasan bin Tsabit memiliki tugas khusus, yakni bertugas untuk mengalahkan atau melumpuhkan propaganda hitam yang telah dibuat oleh musuh Islam dengan menggunakan-syair-syairnya. Bahkan dalam sebuah hadis dijelaskan tentang perjuangan jihadnya dengan syair tersebut.
Dari Aisyah Radhiallahu anhu, dia berkata; “Bahwa separuh kehidupan Hasan bin Tsabit, yakni selama 60 tahun dihabiskan menjadi seorang jahiliyah. Dan 60 tahun selanjutnya dijalani dengan kehidupan sebagai seorang muslim. Sehingga semenjak menjadi seorang muslim, Hasan pun ikut berjuang bersama Rasulullah dengan syairnya sebagai senjata. (HR. Baihaqi).
Sejalan dengan hadis di atas, dalam riwayat lain juga dijelaskan bahwa Rasulullah memerintahkan Hasan bin Tsabit untuk menyiarkan syairnya-syairnya sebagai alat untuk memadamkan semangat kaum musyrikin dan membangkitkan semangat kaum muslimin.
“Wahai Hasan, engkau tentu mengetahui yang telah dilakukan kaum musyrikin Makkah. Karena itu, padamkan lah semangat mereka dengan syair-syair mu. Sebaliknya, bangkitkan lah semangat kaum Muslimin dengan syair-syair mu.” (HR. Bukhari).
Strategi Jihad Netizen Indonesia untuk Membela Palestina
Sejarah dari perjuangan jihad Hasan bin Tsabit di atas, menjadi salah satu strategi jihad yang dilakukan oleh netizen Indonesia dalam melawan propaganda Israel untuk menjatuhkan Palestina. Yang mana, jihad netizen Indonesia ramai dilakukan melalui media sosial.
Bukan hanya itu saja, beredar di media sosial bahwa ada beberapa peraturan yang harus dipatuhi oleh netizen Indonesia dalam melakukan julid fi sabilillah. Di antara ketentuan tersebut ialah sebagai berikut ini, sebagaimana dikutip dari akun X @Grescinov yaitu:
- Pelaksanaan julid fi sabilillah ini ditunjukan untuk menyiarkan moril Israel, memerangi propaganda Zionis dan memperkuat narasi pro-Palestina di berbagai media sosial (X, Instagram, Tiktok, Facebook, dan di kanal media sosial lainnya).
- Target utama dari netizen Indonesia dalam julid fi sabilillah ialah tentara dan aparat kepolisian Israel,m warga atau golongan tertentu yang telah membuat narasi anti-Palestina dan menyebarkan gerakan ini seluas-luasnya kepada masyarakat Indonesia untuk ikut serta dalam jihad julid fi sabilillah ini.
- Tindakan yang dilakukan adalah memberikan kontra-narasi dengan melakukan du acara; a), persuasif (komentar pro-Palestina, informasi fakta tentang Palestina) dan b), trolling (perisakan, hujatan, retasan, dan laporan massal pada akun-akun Zionis Israel).
- Dilarang membawa narasi antisemit seperti Holocaust, NAZI, Hitler dan semacamnya dalam perjuangan tersebut. Hal ini dikarenakan apa yang dilakukan ialah untuk melawan Zionis dan kekejaman Israel, bukan bangsa atau ras Yahudi.
- Merangkul dan mendorong semua elemen masyarakat untuk ikut memperjuangkan kemerdekaan Palestina, tanpa melihat perbedaan agama, suku dan pandangan politik, karena perjuangan ini sesuai dengan amanat pendiri bangsa.
- Saling mengingatkan dan memberikan informasi terbaru tentang perkembangan perang dan kabar dari saudara-saudara yang ada di Palestina.
- Mendukung pemberdayaan masyarakat Palestina pada aspek lainnya, seperti melakukan penyaluran donasi, dan lobi-lobi kasih saying demi tercapainya kemerdekaan Palestina.
Itulah julid fi sabilillah yang menjadi strategi jihad masyarakat Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Yang mana jihad julid fi sabilillah ini, mengikuti strategi jihad ala sahabat Rasulullah Hasan bin Tsabit yang ikut berperang tanpa pedang, melainkan berperang dengan syair-syairnya.
Hal itulah yang sedang dilakukan oleh netizen Indonesia, yakni menyebarkan kebenaran melalui media sosial untuk melawan propaganda yang berupa fitnah dari kaum Zionis Israel. Gerakan jihad netizen Indonesia ini dikenal dengan julid fi sabilillah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







