Netizen Indonesia Julid Fi Sabilillah, Tentara Israel Sampai Minta Maaf dan Minta Ampun, Begini Pandangan Islamnya

AKURAT.CO Dukungan yang diberikan oleh masyarakat Indonesia untuk mendukung Palestina, tidak hanya dilakukan dengan cara memberikan bantuan finansial. Tetapi masyarakat Indonesia, mendukung Palestina melalui gencatan media sosial.
Melalui media sosial pribadinya, sejumlah masyarakat Indonesia memberikan komentar negatif secara langsung kepada akun media sosial tentara Israel. Yang mana hal tersebut dilakukan untuk melemahkan psikis pasukan tentara tersebut.
Bentuk hujatan yang dilakukan oleh netizen Indonesia, ternyata tidak hanya menyerang personal tentara Israel saja, akan tetapi juga menyerang ke keluarganya. Karena hujatan tersebut, beberapa tentara menyampaikan permintaan maaf dan berhenti melontarkan komentar negatif di akun media sosialnya kepada netizen Indonesia.
Baca Juga: Apakah Rasisme Dilarang dalam Islam? Berikut Ini Penjelasannya, Lengkap dengan Dalil Al-Quran
Apakah Julid yang Dilakukan Netizen Indonesia Diperbolehkan dalam Islam?
Berkaitan dengan Julid Fi Sabilillah, apakah Julid yang dilakukan oleh netizen Indonesia ini diperbolehkan dalam Islam? Dikutip dari berbagai sumber pada Selasa (28/11/2023) berikut ini penjelasan terkait julid di Sabilillah yang dilakukan oleh netizen.
Julid yang dilakukan oleh netizen Indonesia, disebut oleh kebanyakan orang sebagai Julid Fi Sabilillah, yaitu jihad bil lisan seperti yang pernah dilakukan oleh Brigade Hassan bin Tsabit pada zaman Rasulullah SAW.
Komentar-komentar yang dilontarkan netizen Indonesia melalui akun media sosial tentara Israel itu diperbolehkan, dengan catatan komentar yang disampaikan merupakan fakta tentang kejahatan yang dilakukan oleh Israel kepada Palestina.
Sebagaimana hal ini dijelaskan melalui hadis Rasulullah SAW, bahwa setiap orang harus menyerukan tentang kebaikan.
Ada banyak bentuk jihad yang bisa dilakukan. Yang mana jika tidak bisa dilakukan dengan tangannya, maka bisa dilakukan dengan lisan seperti memberikan komentar-komentar yang berisikan kebenaran kepada tentara Israel.
“Barang siapa melihat kemungkaran maka hendaklah ia mengubah dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka hendaklah ia mengubah dengan lisannya. Dan jika tidak mampu juga, maka hendaklah ia mengubah dengan hatinya, dan demikian itu merupakan selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim).
Julid fi Sabilillah yang dilakukan oleh netizen Indonesia, itu bisa dikatakan sebagai jihad bil lisan karena telah menyuarakan kebenaran melalui tulisan-tulisannya. Sehingga bisa memberikan kesadaran kepada orang-orang yang melakukan genosida kepada orang-orang Palestina.
Walaupun di dalam Al-Quran dijelaskan mengenai larangan melakukan Julid atau yang disebut dengan iri, dengki atau mengolok-olok orang. Tetapi dalam konteks julid yang dilakukan oleh netizen Indonesia ini bisa saja diperbolehkan.
Diperbolehkan di sini ialah julid atau komentar yang disampaikan itu bukanlah sebuah kata-kata yang kotor, yang mengolok-olok, atau yang menyebabkan terjadinya perundungan. Akan tetapi sampaikanlah julid yang berisikan fakta tentang kebenaran akan kejahatan yang dilakukan oleh Israel kepada Palestina.
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa setiap komentar yang disampaikan oleh netizen Indonesia dapat disebut sebagai jihad bil lisan, apabila isi komentar yang disampaikan bukanlah perkataan yang mengolok-olok. Tetapi menggunakan perkataan yang berisikan fakta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








