Manakah yang Lebih Utama, Sedekah kepada Orang Lain atau Keluarga?

AKURAT.CO, Menentukan prioritas diantara dua kebaikan sering kali menimbulkan kebingungan. Salah satunya ketika muncul pertanyaan, apakah lebih utama bersedekah kepada orang yang membutuhkan? Ataukah lebih baik bersedekah kepada keluarga dan memprioritaskannya?
Dilansir dari laman NU Online, Imam Nawawi dalam Kitab Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzab memberikan solusi terkait kondisi ini, bahwa berdasarkan kesepakatan ulama, bersedekah kepada keluarga lebih utama dibanding mendahulukan sedekah kepada orang lain. Kesepakatan tersebut didasarkan pada sejumlah dalil, salah satunya pada hadits berikut ini:
خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أَضْحًى أَوْ فِطْرٍ إِلَى المُصَلَّى، ثُمَّ انْصَرَفَ، فَوَعَظَ النَّاسَ، وَأَمَرَهُمْ بِالصَّدَقَةِ، فَقَالَ: «أَيُّهَا النَّاسُ، تَصَدَّقُوا»، فَمَرَّ عَلَى النِّسَاءِ، فَقَالَ: «يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ، تَصَدَّقْنَ، فَإِنِّي رَأَيْتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ» فَقُلْنَ: وَبِمَ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «تُكْثِرْنَ اللَّعْنَ، وَتَكْفُرْنَ العَشِيرَ، مَا رَأَيْتُ مِنْ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِينٍ، أَذْهَبَ لِلُبِّ الرَّجُلِ الحَازِمِ، مِنْ إِحْدَاكُنَّ، يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ» ثُمَّ انْصَرَفَ، فَلَمَّا صَارَ إِلَى مَنْزِلِهِ، جَاءَتْ زَيْنَبُ، امْرَأَةُ ابْنِ مَسْعُودٍ، تَسْتَأْذِنُ عَلَيْهِ، فَقِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، هَذِهِ زَيْنَبُ، فَقَالَ: «أَيُّ الزَّيَانِبِ؟» فَقِيلَ: امْرَأَةُ ابْنِ مَسْعُودٍ، قَالَ: «نَعَمْ، ائْذَنُوا لَهَا» فَأُذِنَ لَهَا، قَالَتْ: يَا نَبِيَّ اللَّهِ، إِنَّكَ أَمَرْتَ اليَوْمَ بِالصَّدَقَةِ، وَكَانَ عِنْدِي حُلِيٌّ لِي، فَأَرَدْتُ أَنْ أَتَصَدَّقَ بِهِ، فَزَعَمَ ابْنُ مَسْعُودٍ: أَنَّهُ وَوَلَدَهُ أَحَقُّ مَنْ تَصَدَّقْتُ بِهِ عَلَيْهِمْ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «صَدَقَ ابْنُ مَسْعُودٍ، زَوْجُكِ وَوَلَدُكِ أَحَقُّ مَنْ تَصَدَّقْتِ بِهِ عَلَيْهِمْ»
Artinya: “Suatu ketika Rasulullah SAW keluar menuju masjid untuk salat Idul Adha atau Idul Fitri. Selesai salat, Nabi SAW menghadap umatnya dan menyuruh mereka untuk bersedekah: “Wahai para manusia. Bersedekahlah!”, pesan Nabi.
Baca Juga: Bahaya Sifat Iri dan Dengki Menurut Islam, Muslim Harus Tahu!
Kemudian sekelompok wanita lewat dan Nabi SAW pun berpesan kepada mereka: “Wahai para wanita, bersedekahlah! Sebab saya melihat mayoritas dari kalian adalah penghuni neraka!”. Para wanita itu pun bingung dan bertanya: ”Kenapa harus dengan bersedekah, Ya Rasul?”.
Rasulullah menjawab: “Karena kalian sering melaknat dan kufur terhadap suami. Aku tidak pernah melihat seseorang yang akal dan agamanya kurang, namun bisa menghilangkan kecerdasan laki-laki cerdas, kecuali hanya diantara kalian ini yang bisa wahai para wanita”’.
Sehabis berkhutbah di hadapan masyarakat, Nabi SAW bergegas pulang. Sesampainya dirumah, datang Zainab yakni istri Abdullah bin Mas'ud, untuk meminta izin dan berkata: “Ya Rasulullah, ini Zainab”. Nabi SAW balik bertanya: “Zainab yang mana?”.
Zainab berkata: “Istri Ibnu Mas’ud”. Nabi SAW menjawab: “Oh ya, suruh dia masuk!”. Maka Zainab masuk dan berkata: “Ya Rasul, tadi Anda menyuruh untuk bersedekah hari ini. Ini saya punya perhiasan dan saya ingin menyedekahkannya.
Namun Ibnu Mas’ud menegaskan bahwa ia dan anaknya lebih berhak untuk disedekahi (dengan perhiasan ini) daripada orang lain.”. Nabi SAW pun bersabda: "Ibnu Mas'ud benar. Suami dan anakmu lebih berhak untuk kamu beri sedekah daripada orang lain.” (HR. Bukhari: 1462).
Baca Juga: Hukum Manipulasi Suara dalam Pemilu Perspektif Islam
Oleh karena itu, meski terdapat ulama yang menyebut bahwa tidak ada perbedaan antara siapa yang harus didahului dari keduanya, namun secara umum bersedekah kepada keluarga lebih utama untuk dilakukan dibanding kepada orang lain.
Terlebih jika keluarga yang akan diberi sedekah merupakan golongan mustahiq zakat atau orang yang berhak mendapatkan zakat seperti fakir, miskin, atau gharim (orang yang terlilit hutang).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







