Berbohong yang Dibolehkan Bahkan Diwajibkan Menurut Prof Quraish Shihab
Fajar Rizky Ramadhan | 13 Desember 2023, 11:18 WIB

AKURAT.CO Pada umumnya masyarakat mengetahui bahwa berbohong adalah perbuatan yang tidak terpuji.
Tindakan berbohong selalu identik dengan sifat yang negatif dan buruk.
Namun, menurut pakar tafsir Prof Quraish Shihab, menyebut bahwa ada tindakan berbohong yang dibolehkan dalam Islam, bahkan wajib.
Hal ini sebagaimana disebut dalam NU Online,
“Ada tempat-tempat dimana kebohongan ditoleransi, bahkan boleh jadi menjadi wajib,” kata Prof Quraish.
Prof Quraish menyebut, seseorang diperbolehkan bohong apabila maksudnya untuk melindungi orang yang tidak bersalah dari kejaran orang jahat. Misalnya, si A mengetahui keberadaan si B yang tidak bersalah dan dikejar-kejar si C yang bengis. Kemudian si C bertanya kepada si A perihal si B. Namun si A berbohong dan menjawab tidak mengetahui keberadaan si B. Alasannya untuk melindungi si B.
“Tapi kebohongan di sini bukan hanya ditoleransi, tapi dianjurkan demi membela orang yang tidak bersalah,” jelas beliau.
Prof Quraish menambahkan, berbohong juga diperbolehkan dalam rangka memperbaiki hubungan dua orang yang tengah berselisih.
“Si A dan si B berselisih, si C datang dan berkata sebenarnya dia bermaksud baik kepadamu. Itu diperbolehkan,” kata penulis kitab Tafsir al-Misbah ini.
Tidak hanya itu, lanjutnya, berbohong juga diperbolehkan dalam konteks suami istri. Misalnya suami menuturkan sesuatu yang tidak dimiliki atau tidak ada pada istrinya demi menyenangkan hatinya.
“Istrinya udah jelek. Suaminya masih berkata ‘kamu adalah permaisuri ku sepanjang masa. Itu kan bohong, tapi diperbolehkan,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







