Sejarah Pertamakali Rasulullah SAW Berdakwah, Penuh dengan Penolakan dan Kekerasan Orang Kafir

AKURAT.CO Rasulullah Muhammad SAW memulai misi dakwahnya dengan tugas suci yang diberikan kepadanya oleh Allah SWT. Periode ini merupakan awal dari sejarah Islam yang penuh dengan tantangan dan keberanian.
Pada tahun 610 Masehi, ketika Rasulullah berusia 40 tahun, peristiwa penting dalam sejarah Islam terjadi di Gua Hira, dekat Mekah.
Di sinilah, dalam keheningan malam yang sunyi, Malaikat Jibril turun dengan wahyu pertama dari Allah SWT kepada Rasulullah. Firman Allah yang pertama diterima oleh Nabi Muhammad adalah ayat pertama dari Surah Al-‘Alaq (96:1-5).
Dengan tangan gemetar dan hati yang penuh rasa kagum, Rasulullah menerima tugas besar untuk menyampaikan wahyu tersebut kepada masyarakat. Inilah awal dari misi dakwahnya yang suci.
Baca Juga: Sejarah Kelahiran Nabi Muhammad SAW, dari Kehidupan Awal Hingga Berdirinya Islam
Meskipun beliau memulai misi dakwah di tengah masyarakat yang terikat pada tradisi dan kepercayaan kuno, keberanian dan kejujuran Rasulullah membawa perubahan yang mendalam.
Rasulullah SAW pertama kali menyampaikan pesan Islam secara terbuka kepada keluarganya sendiri. Keesokan harinya, ia mulai berbicara di antara kerabat dan teman-temannya yang terdekat.
Namun, menerima risiko besar dan ketidaksetujuan dari banyak pihak, termasuk kaum Quraisy yang menguasai Mekah, Rasulullah terus menyampaikan wahyu Allah dengan penuh keyakinan.
Salah satu momen paling terkenal dari awal dakwah adalah pengumuman terbukanya Islam di Bukit Safa. Rasulullah berkumpul bersama kaum Quraisy dan meminta mereka untuk menyaksikan bahwa beliau adalah utusan Allah yang diutus untuk membawa wahyu-Nya. Inilah saat awal ketegangan dan perlawanan yang kuat dari pihak oposisi.
Meskipun pertentangan dan penindasan terus terjadi, Rasulullah tidak pernah mundur dari tugas suci ini. Dakwahnya menginspirasi orang-orang untuk memeluk Islam, dan perlahan tapi pasti, jumlah pengikutnya bertambah.
Baca Juga: Toleransi Umat Beragama: Menjaga Rumah Ibadah Non Muslim dalam Islam
Seiring waktu, Rasulullah dan para sahabatnya menghadapi berbagai ujian dan peristiwa yang menguji keberanian dan kesetiaan mereka.
Dengan ketabahan dan doa yang tak henti-hentinya, Rasulullah SAW berhasil membangun fondasi Islam.
Misi dakwahnya tidak hanya mencakup penyampaian wahyu, tetapi juga membentuk masyarakat yang adil, beradab, dan berdasarkan nilai-nilai ketuhanan.
Sejarah pertama kali Rasulullah berdakwah mencerminkan semangat dan dedikasi yang tak tergoyahkan dalam menghadapi tantangan besar.
Keberhasilannya membuka jalan bagi perkembangan Islam sebagai ajaran universal yang membimbing umat manusia menuju kehidupan yang lebih baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








