Akurat
Pemprov Sumsel

Cak Imin dan Mahfud MD Kutip Surah Ar-Rum ayat 41, Ini Teks Ayat dan Tafsirnya

Fajar Rizky Ramadhan | 22 Januari 2024, 07:10 WIB
Cak Imin dan Mahfud MD Kutip Surah Ar-Rum ayat 41, Ini Teks Ayat dan Tafsirnya

AKURAT.CO Cak Imin dan Mahfud MD kutip surah ar-Rum ayat 41 dalam pernyataan pamungkas debat cawapres keempat yang diselenggarakan di JCC Senayan, Minggu (21/1/2024).

Cak Imin dan Mahfud MD kutip surah ar-Rum ayat 41 terkait pembangunan berkelanjutan dan lingkungan hidup, sumber daya alam dan energi, pangan, agraria, masyarakat Adat dan desa.

Cak Imin dan Mahfud MD kutip surah ar-Rum ayat 41 besar kemungkinan karena beliau berdua memang pernah nyantri atau belajar di pondok pesantren.

Baca Juga: Rampungkan Debat Cawapres, Mahfud Ucapkan Terima Kasih ke Jokowi

Berikut teks surah Ar-Rum ayat 41:

ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ ٱلَّذِى عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Tafsir Surah ar-Rum ayat 41:

Disebut dalam tafsir al-Mukhtashar, bahwa telah nampak kerusakan di daratan maupun di lautan dalam kehidupan manusia dengan berkurangnya penghasilan dan di dalam diri mereka dengan timbulnya berbagai penyakit dan wabah, disebabkan karena kemaksiatan yang mereka lakukan.

Hal itu timbul agar Allah merasakan kepada mereka balasan dari perbuatan buruk mereka di kehidupan dunia dengan harapan agar mereka kembali kepada-Nya dengan bertobat.

Sementara itu disebut dalam Tafsir al-Wajiz, bahwa telah tampak kerusakan di berbagai hal seperti kegersangan, kekeringan, kebakaran, banjir, penyakit, kegelisahan dan ditawan oleh musuh akibat kemaksiatan dan dosa manusia.

Baca Juga: Menutup Debat, Mahfud Kutip Syair Ebiet G. Ade dan Pesan Gus Dur

Supaya Allah membuat mereka merasakan balasan dari sebagian perbuatan mereka di dunia sebelum dihukum di akhirat dan supaya mereka bisa kembali dari kemaksiatan mereka dan bertaubat atas dosa-dosa (mereka).

Demikian juga disebut dalam Tafsir Kemenag, bahwa telah tampak kerusakan di darat dan di laut, baik kota maupun desa, disebabkan karena perbuatan tangan manusia yang dikendalikan oleh hawa nafsu dan jauh dari tuntunan fitrah.

Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan buruk mereka agar mereka kembali ke jalan yang benar dengan menjaga kesesuaian perilakunya dengan fitrahnya.

Perbuatan buruk manusia akan mendatangkan azab sebagaimana azab yang telah menimpa umat-umat terdahulu. Azab itu juga akan datang kepada umat-umat di masa sekarang maupun yang akan datang sebagai sunatullah jika mereka memiliki karakter yang sama.

Wallahu A'lam.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.