Akurat
Pemprov Sumsel

Puasa Bulan Sya'ban Selalu Dilakukan Nabi Muhammad SAW, Alasannya Kenapa? Jawabannya Bikin Takjub!

Fajar Rizky Ramadhan | 12 Februari 2024, 07:04 WIB
Puasa Bulan Sya'ban Selalu Dilakukan Nabi Muhammad SAW, Alasannya Kenapa? Jawabannya Bikin Takjub!

AKURAT.CO Nabi Muhammad SAW selalu melaksanakan puasa bulan Sya'ban. Sebab, di dalamnya ada banyak pahala dan keistimewaan.

Puasa bulan Sya'ban adalah puasa yang dilakukan di bulan Syaban dan hukumnya Sunnah. Untuk puasa sendiri, bisa dilaksanakan selama bulan Syaban berlangsung. 

Nabi Muhammad merupakan Nabi teladan yang selalu memberikan contoh dalam masalah amalan sunah, tidak terkecuali puasa bulan Sya'ban.

Terkait puasa bulan Sya'ban ini dalam sebuah hadis riwayat Imam al Bukhari disebutkan:

 عَنْ أَبِي سَلَمَةَأَنَّ عَائِشَةَ -رضي الله عنها- حَدَّثَتْهُ قَالَتْ: "لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ -صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ...  

Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Salamah, bahwa Aisyah berkata: Nabi tidak berpuasa pada satu bulan lebih banyak selain di bulan Sya’ban. Sesungguhnya Nabi berpuasa pada bulan Sya’ban (seolah-olah) pada seluruh bulan.” (HR. Bukhari).

Alasan Nabi selalu puasa bulan Sya'ban dapat diketahui melalui sebuah riwayat. Suatu ketika, Nabi ditanya oleh Usamah bin Zaid:

Baca Juga: Keistimewaan Puasa Bulan Sya'ban, Segala Hajat Manusia Akan Dikabulkan oleh Allah

 عن أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ، قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنَ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ، قَالَ: ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ 

Artinya: “Dari Usamah bin Zaid, ia berkata: Aku bertanya pada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, aku tak melihat engkau berpuasa dalam sebulan sebagaimana engkau lakukan di bulan Sya’ban.” Rasulullah menjawab, “Bulan itu (Sya’ban) adalah bulan yang banyak orang lalai darinya, karena berada di antara bulan Rajab dan Ramadan. Pada bulan Sya’ban, amalan diangkat kepada hadirat Allah, maka aku ingin amalanku diangkat selagi aku sedang berpuasa.” (HR. An Nasa’i).

Wallahu A'lam.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.