Bagaimana Sikap yang Bisa Dilakukan Jika Terlanjur Menerima Uang Serangan Fajar?

AKURAT.CO Pemilu 2024 diadakan pada Rabu (14/2). Dalam pemilihan, seringkali terjadi uang politik atau sogok menyogok yang saat ini dikenal dengan sebutan serangan fajar.
Ajaran Islam menentang keras perbuatan serangan fajar dan Allah SWT pun sangat membenci orang yang terlibat. Hal ini terkandung dalam salah satu hadis yang berbunyi:
عن أَبي بَكْرٍ يَعْنِي ابْن عَيَّاشٍ، عَنْ لَيْثٍ، عَنْ أَبِي الْخَطَّابِ، عَنْ أَبِي زُرْعَةَ، عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ: " لَعَنَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّاشِيَ وَالْمُرْتَشِيَ وَالرَّائِشَ " يَعْنِي: الَّذِي يَمْشِيبَيْنَهُمَا
Artinya : Dari Abi Bakr yaitu Ibni ‘Ayyasy, dari Laits, dari Abi Al-Khathab, dari Abi Zur’ah, dari Tsauban, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat orang yang menyuap, yang disuap, dan orang yang memperantarai keduanya.
Tidak hanya ajaran Islam yang melarang praktik serangan fajar ini, di Indonesia terdapat Undang-undang yang menjelaskan jika uang politik merupakan bentuk pelanggaran. Hal ini tercantum dalam Pasal 187A ayat (1) Undang-Undang No. 10 tahun 2016.
Baca Juga: Boleh Menerima Uang Serangan Fajar? Ini Jawabannya Menurut Islam
Lalu bagaimana sikap yang bisa dilakukan jika kita menerima uang serangan fajar?
Jika kita sudah terlanjur menerima uang serangan fajar, kita tidak boleh menggunakan uang tersebut dan harus mengembalikannya.
Masalah ini juga dijelaskan dalam kitab Al-Majmu’ Syarhul Muhaddzab:
1. Dikembalikan kepada pemilik atau wakilnya. Jika sudah meninggal maka menyerahkannya kepada ahli warisnya.
2. Jika pemiliknya tidak diketahui maka hendaknya dialokasikan untuk kemaslahatan umum.
3. Disedekahkan kepada fakir miskin.
Itulah sikap yang harus kita lakukan saat kita terlanjur menerima uang serangan fajar. Sebaiknya kita tidak menerima praktik uang politik, karena hal ini merupakan bentuk pelanggaran hukum dan hal yang sangat dibenci Allah SWT.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









