AKURAT.CO Bulan Ramadhan 2024 hanya tinggal menghitung hari. Sebelum menyambut bulan yang suci ini, ada baiknya kita mencari tahu ilmu mengenai bulan Ramadhan ini. Salah satunya mengenai cara mengucapkan niat berpuasa.
Sebelum melakukan aktivitas sehari-hari, umat Islam diwajibkan untuk berdoa. Begitu pula sebelum menunaikan ibadah, umat muslim diharuskan berniat terlebih dahulu.
Mengucapkan niat merupakan bagian dari rukun puasa. Jika sebuah ibadah tidak disertai dengan niat, maka ibadah tersebut dianggap tidak sah dan tidak berpahala.
Baca Juga: Hukum Melakukan Body Shaming Menurut Islam
Lalu bolehkah niat puasa Ramadhan diucapkan dalam hati? Begini penjelasannya!
Dilansir dari NU Online waktu untuk melafalkan niat puasa harus dilakukan pada malam hari. Mulai dari ba’da maghrib sampai dengan terbit fajar. Jika dilakukan di luar waktu tersebut, maka niatnya tidak sah dan otomatis puasanya juga tidak sah.
Hal ini tercantum dalam hadist riwayat Imam ad-Daru Quthni (21/400):
مَنْ لَمْ يُبَيِّتْ الصِّيَامَ قَبْلَ طُلُوعِ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ {الدار قطني وصحيحه عن عائشة}
“Barangsiapa tidak berniat puasa sebelum fajar subuh, maka tidak ada puasa baginya.” Juga dalam hadits daru Qathni yang Lain (2/172):
لا صيام لمن لم يفرضه من اليل
“Tidak ada puasa bagi orang yang tidak meniatkan puasa semenjak malam.”
Untuk penjelasan mengenai niat yang hanya diucapkan dalam hati, beberapa rujukan menjelaskan secara gamblang jika niat puasa Ramadhan harus dalam hati, sedangkan melafalkannya hanya sunnah.
Di bawah ini beberapa ibarat terkait bagaimana hakikat niat puasa Ramadhan:
Imam Nawawi dalam Al-Majmu’ (II/23) menjelaskan bahwa sesugguhnya niat dalam hati tanpa lisan sudah cukup:
Baca Juga: 6 Amalan di Akhir Bulan Sya'ban, Baca Agar Mendapatkan Keberkahan
فإن نوى بقلبه دون لسانه أجزاه
“Sesungguhnya niat dengan hati tanpa lisan sudah cukup.” (Imam Nawawi, Al-Majmu’, Daarul ‘Âlimil Kutub, halaman 23)
Dalam kitab I’anatu Thalibin pada bab puasa (صوم), keterangan senada juga ditemukan.
النيات با لقلب ولا يشترط التلفظ بها بل يندب
“Niat itu dengan hati, dan tidak disyaratkan mengucapkannya. Tetapi mengucapkan niat itu disunahkan.” (Sayid Bakri, I’anatu Thalibin, Surabaya, Hidayah, halaman 221)
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa niat puasa boleh diucapkan dalam hati saja dan melafalkannya hanya sunnah. Jika kita lupa untuk mengucapkannya tetapi sudah memiliki niat di dalam hati, maka puasa Ramadhan kita tetap sah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







