Akurat
Pemprov Sumsel

Berangkat Haji Berkat Jualan Pisang sejak 1986, Ahmad Subianto Dikenal Gigih Meski Harus Ontel Sepeda saat Menjajakan Dagangannya

Fajar Rizky Ramadhan | 27 Mei 2024, 13:31 WIB
Berangkat Haji Berkat Jualan Pisang sejak 1986, Ahmad Subianto Dikenal Gigih Meski Harus Ontel Sepeda saat Menjajakan Dagangannya

AKURAT.CO Ahmad Subianto, seorang kakek paruh baya menjadi salah satu tamu Allah SWT tahun ini. Pria yang berprofesi sebagai penjual pisang ini berangkat haji dengan sang istri, Sumbiyah.

Ahmad Subianto menjadi salah satu jemaah prioritas lansia. Usianya saat ini 82 tahun, sementara sang istri berusia 74 tahun. Keduanya tinggal di Kalimantan Tengah.

Untuk bisa berangkat ke Tanah Suci, Ahmad dan istrinya harus rela menabung puluhan tahun. Diakui oleh keduanya, mereka mulai menabung sejak 1986.

Berprofesi Sebagai Penjual Pisang

Melansir laman Kementerian Agama (Kemenag) Ahmad sehari-hari berprofesi sebagai penjual pisang dan sayuran. Pria kelahiran Purbalingga tahun 1942 ini menghabiskan masa mudanya untuk berjualan pisang keliling Kota Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Baca Juga: Sanggup Bayar Lebih dari Rp700 Juta, Tukang Bakso Berhasil Naik Haji Hanya dengan Menunggu 3 Tahun, Gandeng Ayah dan Kedua Mertuanya!

"Saya jualan pisang sejak tahun 1986-an. Waktu itu masih muda, jadi masih kuat keliling Kota Pangkalan Bun menggunakan sepeda ontel untuk berjualan pisang. Kalau sekarang ya sudah tidak mampu," ujarnya.

Ia dan istri merantau ke KalTeng sebagai warga transmigrasi. Pasangan suami istri ini kemudian menggarap lahan yang diberikan pemerintah. Hasil dari kebun garapan mereka itu dijual di pasar.

"Awalnya tidak hanya jualan pisang, tapi ada juga sayur-sayuran. Namun karena kebanyakan pelanggan minta pisang akhirnya saya fokus jualan pisang," lanjutnya.

Semenjak muda, suami istri ini rutin menyisihkan uang sebagai tabungan untuk berangkat haji. Sedikit demi sedikit uang hasil penjualan pisang dikumpulkan untuk tabungan haji.

Ahmad dan istri berharap setelah tabungannya cukup banyak, ia akan menggunakan untuk mendaftar ibadah haji bersama.

Tabungannya Digunakan Membayar Sekolah

Belasan tahun menabung, ternyata uang yang dikumpulkan Ahmad dan istri tidak bisa segera disetorkan untuk mendaftar haji. Anak bungsunya baru saja menyelesaikan sekolah SMA dan hendak melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.

Ia berprinsip pendidikan anak jauh lebih penting ketimbang impiannya untuk berhaji. Karena itu, pada 1999, ia memutuskan menggunakan tabungannya untuk membiayai anak bungsunya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi yang ada di Palangkaraya.

Baca Juga: Uang Kuliah Meroket, Universitas Muhammadiyah Maumere Bolehkan Mahasiswa Bayar Kuliah dengan Hasil Bumi

"Waktu itu sekitar tahun 1999, tabungan ya lumayan. Tapi karena si bungsu mau, saat kami tawari untuk kuliah, ya kami tunda daftar hajinya. Kami gunakan uang tabungan itu untuk membiayai kuliahnya saja," ucapnya.

Setelah tabungan hajinya terpakai, Ahmad dan istri kembali mulai menabung dari nol. Keduanya tetap semangat bekerja untuk membiayai kebutuhan harian, membiayai kuliah anaknya dan juga menyisihkan untuk tabungan haji.

Sekitar 2004, anak bungsunya ini berhasil menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi dan bekerja di salah satu perusahaan swasta di Palangkaraya.

Pada 2008, anaknya berhasil lulus mengikuti seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di salah satu instansi.

Ahmad dan istri dikaruniai empat orang anak, dua diantaranya berhasil menyandang status sebagai abdi negara.

"Alhamdulillah sekitar awal 2018, saya bersama istri sudah menunaikan ibadah umrah. Anak saya yang pertama yang membantu membiayainya. Kemudian sepulang umrah, anak bungsu saya juga mendaftarkan saya dan istri untuk ibadah haji," ucap Ahmad dan istri yang saat ini sudah berada di Madinah.

Setelah menunggu sekitar enam tahun, akhirnya Ahmad Subiyanto masuk dalam daftar prioritas jamaah haji lanjut usia (lansia) yang berhak melakukan pelunasan tahap pertama di 2024. Kemudian pada pelunasan tahap kedua sang istri masuk dalam daftar jamaah yang berhak melunasi Bipih 2024.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.