Kharisma dan ketegasannya dalam menyampaikan dakwah telah menarik perhatian banyak orang, baik pendukung maupun kritikusnya.
Di balik figur yang kontroversial ini, ada latar belakang pendidikan yang mendalam dan beragam yang membentuk karakternya saat ini.
Awal Pendidikan di Tanah Air
Habib Bahar bin Smith lahir di Manado pada 23 Juli 1985. Sejak kecil, ia sudah diperkenalkan dengan pendidikan agama oleh keluarganya. Lingkungan keluarga yang religius dan pendidikan dasar yang didapat dari orang tuanya menjadi pondasi awal dalam kehidupannya.
Baca Juga: Profil Pesantren Tajul Alawiyyin, Didirikan Habib Bahar bin Smith, Pria yang Disebut Keluarga Nabi
Pendidikan formalnya diawali di beberapa pesantren di Indonesia yang terkenal dengan kualitas pendidikannya. Di pesantren inilah, Habib Bahar mempelajari dasar-dasar ilmu agama Islam, termasuk fiqh, tauhid, dan tafsir Al-Qur'an.
Menimba Ilmu di Timur Tengah
Setelah menyelesaikan pendidikan dasar di pesantren dalam negeri, Habib Bahar melanjutkan pendidikannya ke Timur Tengah. Ia belajar di beberapa negara yang terkenal dengan tradisi keilmuan Islamnya, seperti Yaman dan Arab Saudi.
Di Yaman, ia berguru kepada ulama-ulama besar, khususnya dari Hadramaut, yang merupakan salah satu pusat pendidikan Islam dunia. Habib Bahar mendalami berbagai disiplin ilmu agama, termasuk hadits, tasawuf, dan bahasa Arab.
Di Arab Saudi, Habib Bahar melanjutkan pendidikannya dengan fokus pada studi hadits dan tafsir Al-Qur'an. Pengalaman belajar di Timur Tengah ini tidak hanya memperkaya wawasan keilmuannya, tetapi juga membentuk pandangannya dalam berdakwah dan berorganisasi.
Kembali ke Indonesia dan Mengembangkan Dakwah
Setelah menyelesaikan studinya di Timur Tengah, Habib Bahar kembali ke Indonesia. Ia mulai aktif berdakwah dan mendirikan majelis-majelis taklim.
Salah satu majelis yang terkenal adalah Majelis Pembela Rasulullah (MPR) yang berbasis di Bogor. Melalui majelis ini, Habib Bahar menyampaikan ceramah-ceramahnya yang dikenal lugas dan tegas.
Selain berdakwah, Habib Bahar juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Ia sering terlibat dalam aksi-aksi kemanusiaan dan pembelaan terhadap kaum yang dianggapnya terpinggirkan. Dedikasinya dalam berdakwah dan aktivitas sosial menjadikannya salah satu figur ulama yang diperhitungkan di Indonesia.
Baca Juga: Profil Habib Bahar bin Smith, Pria yang Disebut Keturunan Nabi, Viral di Sosmed karena Menantang Duel Seseorang
Kontroversi dan Tantangan
Karir dakwah Habib Bahar tidak lepas dari kontroversi. Gaya penyampaiannya yang keras dan kritis terhadap pemerintah serta berbagai isu sosial seringkali menimbulkan polemik. Ia pernah beberapa kali berurusan dengan hukum akibat ceramah-ceramahnya yang dianggap provokatif.
Namun, di balik semua kontroversi tersebut, Habib Bahar tetap konsisten dalam menyampaikan dakwahnya. Ia memiliki pengikut yang setia dan terus mendukung kegiatannya. Banyak yang melihat Habib Bahar sebagai sosok ulama yang berani dan tidak takut menyuarakan kebenaran.
Habib Bahar bin Smith adalah figur ulama yang memiliki latar belakang pendidikan yang kuat, baik di dalam negeri maupun di Timur Tengah. Pengalaman dan ilmunya yang mendalam membentuk karakter dakwahnya yang tegas dan berani.
Meskipun sering kali terlibat dalam kontroversi, dedikasi dan komitmennya dalam menyampaikan dakwah dan membantu sesama menjadikannya salah satu tokoh penting dalam perkembangan Islam di Indonesia.