Ibunda Naja Hafiz Quran Indonesia Sulap Anak Lumpuh Otak Hafal Qur'an 30 Juz Hanya 10 Bulan

AKURAT.CO Kepergian Ibunda Naja Hafiz Quran Indonesia meninggalkan luka yang mendalam bagi Naja dan keluarganya.
Pun demikian bagi Civitas Akademika Universitas Nahdlatul Wathan Mataram, tempat ibunda Naja mengabdikan diri sebagai dosen.
Diketahui, Ibunda Naja Hafidz Indonesia, Dahlia Andayani, berpulang ke rahmatullah pada Senin (15/7/2024). Beliau meninggal di RSUP Mataram, NTB.
Jenazah almarhumah yang berusia 43 tahun ini dibawa ke rumah duka Gomong Lama Mataram sekitar pukul 09.30 waktu setempat.
Putra almarhumah, Naja Hudia Afiforrahman atau Naja Hafiz Indonesia pernah menjadi peserta Hafiz Quran Indonesia yang merupakan program salah satu televisi swasta nasional di bulan Ramadhan tahun 2019.
Baca Juga: Ibunda Naja Hafiz Quran Indonesia Meninggal Dunia, Beri Pesan Begini Sebelum Wafat
Saat itu Naja berusia 9 tahun. Diketahui, Naja menderita cerebral palsy atau lumpuh otak sejak lahir yang membuat motoriknya tak dapat dikendalikan.
Menurut informasi yang dihimpun, Ibunda Naja pernah membeberkan awal mula dirinya bisa menjadikan anaknya yang lumpuh otak itu hafal Al-Qur'an 30 juz.
Kemampuan menghafal Naja terus berkembang. Ia diakui cepat dalam menghafal ayat suci Al-Quran.
Saat masuk TK, Naja berhasil menghafal tiga juz. Februari 2018, ustaz di kampungnya menyarankan Dahlia memperdengarkan per halaman.
"Ustaznya menyarankan perdengarkan saja. Jangan semua, per halaman satu hari kalau mampu ditambah lagi. Sampai akhirnya November kemarin dia sampai 30 juz. Hanya 10 bulan," kata Dahlia, dikutip dari keterangan media.
Ibu Dahlia Andayani adalah sosok ibu yang sangat sabar dalam mendidik Naja Hudia Afiforrahman atau Naja Hafiz Indonesia, sehingga berhasil menghafal 30 juz Al Quran walau menderita lumpuh otak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








