Kenapa Islam Haramkan Makan Kucing? Ternyata Ini Dampak Negatifnya bagi Tubuh

AKURAT.CO Dalam Islam, terdapat berbagai aturan dan larangan terkait konsumsi makanan dan minuman yang diperbolehkan dan dilarang.
Salah satu hal yang dilarang adalah makan kucing. Larangan ini didasarkan pada prinsip-prinsip syariah dan juga dapat dijelaskan melalui perspektif ilmu kedokteran.
Memang, bahwa larangan untuk makan kucing tidak secara eksplisit disebutkan dalam Al-Qur'an.
Namun, hukum ini dapat dipahami melalui prinsip-prinsip umum dalam Islam tentang kebersihan dan hak-hak hewan.
Dalam hadis-hadis Nabi Muhammad SAW, terdapat beberapa petunjuk yang memberikan gambaran tentang etika dalam memperlakukan hewan. Salah satu hadis yang relevan adalah:
إن الله كتب الإحسان على كل شيء
(“Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat baik pada setiap sesuatu.”) (HR. Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa berbuat baik terhadap semua makhluk, termasuk hewan, adalah kewajiban dalam Islam.
Baca Juga: Ramai Virus Mpox, Ini Doa agar Terhindar dari Penyakit Ini
Oleh karena itu, tindakan menyiksa atau memakan hewan tanpa alasan yang dibenarkan tidak sesuai dengan prinsip ini.
Dampak Negatif dari Konsumsi Kucing
Dari sudut pandang medis, seperti dikutip dari berbagai sumber, ada beberapa alasan mengapa mengonsumsi kucing atau hewan lain yang tidak biasa dikonsumsi bisa berbahaya:
1. Risiko Penyakit Zoonosis:
Kucing dapat menjadi inang berbagai penyakit zoonosis yang bisa menular ke manusia, seperti toksoplasmosis, yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Infeksi ini bisa mengakibatkan gejala seperti demam, nyeri otot, dan gangguan pada sistem saraf.
2. Resiko Parasit dan Infeksi:
Kucing dapat membawa berbagai parasit, seperti cacing dan kutu, yang dapat menyebabkan infeksi jika dagingnya tidak dimasak dengan baik. Misalnya, parasit Toxocara cati dari kucing dapat menyebabkan infeksi cacing pita pada manusia.
3. Sistem Pencernaan yang Berbeda:
Sistem pencernaan kucing berbeda dari manusia. Daging kucing tidak dirancang untuk dikonsumsi oleh manusia dan bisa mengandung bakteri atau virus yang tidak sesuai dengan sistem pencernaan manusia.
4. Standar Kebersihan:
Kucing bukanlah hewan ternak yang dikultur khusus untuk konsumsi, sehingga tidak ada standar kebersihan dan perlakuan khusus seperti pada hewan yang diperuntukkan sebagai makanan, seperti sapi, ayam, atau kambing. Hal ini meningkatkan risiko kontaminasi dan penyakit.
Baca Juga: Viral Sopir Taksi Terkenal Angin Duduk, Begini Anjuran Islam agar Tak Terserang Penyakit
Larangan makan kucing dalam Islam tidak hanya didasarkan pada prinsip etika dan perlakuan baik terhadap hewan, tetapi juga dapat dijelaskan melalui perspektif medis yang menunjukkan risiko kesehatan terkait konsumsi daging kucing.
Menjaga kesehatan dan mengikuti prinsip syariah tentang kebersihan dan perlakuan terhadap hewan adalah bagian dari ajaran Islam yang komprehensif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








