Akurat
Pemprov Sumsel

Tafsir Surat Ali Imran Ayat 81: Kemuliaan Nabi Muhammad SAW dalam Pandangan Para Nabi Sebelumnya

Fajar Rizky Ramadhan | 21 September 2024, 19:42 WIB
Tafsir Surat Ali Imran Ayat 81: Kemuliaan Nabi Muhammad SAW dalam Pandangan Para Nabi Sebelumnya

AKURAT.CO Surat Ali Imran ayat 81 berbicara tentang perjanjian yang Allah SWT ambil dari para nabi sebelum datangnya Nabi Muhammad SAW.

Ayat ini menunjukkan  Nabi Muhammad yang telah disebutkan oleh nabi-nabi terdahulu, dan memperlihatkan betapa pentingnya risalah yang dibawa oleh beliau sebagai penutup para nabi.

Allah SWT berfirman dalam Surat Ali Imran ayat 81:

وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ النَّبِيِّينَ لَمَا آتَيْتُكُمْ مِنْ كِتَابٍ وَحِكْمَةٍ ثُمَّ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَكُمْ لَتُؤْمِنُنَّ بِهِ وَلَتَنْصُرُنَّهُ ۚ قَالَ أَأَقْرَرْتُمْ وَأَخَذْتُمْ عَلَىٰ ذَٰلِكُمْ إِصْرِي ۖ قَالُوا أَقْرَرْنَا ۚ قَالَ فَاشْهَدُوا وَأَنَا مَعَكُمْ مِنَ الشَّاهِدِينَ

Artinya: “Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: ‘Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa Kitab dan Hikmah, kemudian datang kepadamu seorang Rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya.’ Allah berfirman: ‘Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku itu?’ Mereka menjawab: ‘Kami mengakui.’ Allah berfirman: ‘Saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi bersama kamu.’” (QS. Ali Imran: 81).

Ayat ini menggambarkan bahwa Allah telah mengambil perjanjian yang sangat penting dari setiap nabi yang diutus sebelum Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga: Tafsir Mimpi Bertemu dengan Nabi Muhammad SAW Menurut Islam

Dalam perjanjian tersebut, Allah SWT meminta para nabi untuk mengakui dan beriman kepada Nabi Muhammad SAW jika beliau diutus di masa hidup mereka.

Hal ini menegaskan bahwa kedatangan Nabi Muhammad SAW sudah diwartakan oleh nabi-nabi sebelumnya sebagai rasul yang akan menyempurnakan risalah-risalah sebelumnya.

Perjanjian Allah dengan Para Nabi

Allah SWT mengambil perjanjian dari para nabi bahwa setelah datang Nabi Muhammad SAW, mereka harus mempercayai beliau dan membenarkan wahyu yang beliau bawa.

Ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW bukanlah nabi yang biasa, tetapi nabi yang kedatangannya telah direncanakan dan diberitakan dalam kitab-kitab sebelumnya.

Setiap nabi yang menerima wahyu dari Allah, juga membawa berita tentang akan datangnya nabi terakhir ini.

 

Pengakuan Para Nabi Terhadap Nabi Muhammad SAW

Dalam ayat ini, para nabi menyatakan pengakuan mereka atas perjanjian ini. Mereka siap untuk menerima kedatangan Nabi Muhammad SAW dan menolongnya jika mereka hidup pada masanya.

Ini menegaskan bahwa setiap nabi memahami pentingnya risalah yang akan dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, yaitu penyempurna syariat dan penutup kenabian.

Dalil Hadis yang Mendukung

Hadis-hadis juga menjelaskan kemuliaan Nabi Muhammad SAW dalam pandangan para nabi. Salah satu riwayat yang sering disebutkan adalah sabda Nabi Muhammad SAW:

“Aku adalah doa ayahku Ibrahim, dan kabar gembira yang disampaikan Isa kepada kaumnya...”
(HR. Ahmad dan Al-Hakim).

Hadis ini menunjukkan bahwa Nabi Ibrahim AS telah berdoa untuk kedatangan Nabi Muhammad SAW, dan Nabi Isa AS telah menyampaikan kabar tentang kedatangan Nabi Muhammad SAW kepada pengikutnya.

Baca Juga: Tafsir QS. Al Baqarah ayat 219: Bahaya Judi Online dalam Perspektif Al-Qur'an

Hal ini sesuai dengan perjanjian yang diungkapkan dalam Surat Ali Imran ayat 81, bahwa nabi-nabi sebelumnya telah mengetahui akan datangnya Nabi Muhammad SAW.

Surat Ali Imran ayat 81 menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah nabi yang dijanjikan dan dinanti-nanti oleh para nabi terdahulu.

Kedatangan beliau bukan hanya sebagai penutup para nabi, tetapi juga sebagai penyempurna ajaran-ajaran ilahi.

Para nabi terdahulu telah diberi kabar tentang kedatangan Nabi Muhammad SAW, dan mereka berjanji untuk membenarkan serta menolong beliau jika mereka berada di zamannya.

Ini menunjukkan betapa besar kemuliaan Nabi Muhammad SAW dalam pandangan para nabi sebelum beliau.

Sebagai umat Islam, ayat ini mengingatkan kita akan pentingnya memahami kedudukan Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi semesta alam dan penyempurna ajaran agama Allah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.