Riwayat Kesehatan Raja Salman, Kini Alami Radang Paru-paru

AKURAT.CO Raja Salman bin Abdulaziz, penguasa Arab Saudi, kembali menjalani pemeriksaan kesehatan untuk radang paru-paru berdasarkan rekomendasi tim medis Kerajaan.
Sebelumnya, Raja Salman juga pernah dirawat karena kondisi yang sama pada Mei 2024 dan menerima antibiotik untuk mengatasi gejala inflamasi pada paru-parunya.
Kesehatan Raja Salman sering menjadi subjek spekulasi, meskipun jarang dibahas secara terbuka oleh pihak kerajaan.
Baca Juga: Sempat Demam dan Nyeri Sendi, Raja Salman Idap Radang Paru-paru
Pada Mei 2022, Raja Salman dirawat di rumah sakit untuk menjalani kolonoskopi dan tes medis lainnya, serta pernah menjalani operasi pengangkatan kantong empedu pada tahun 2020.
Sebagai raja yang berusia 88 tahun, kesehatannya menjadi perhatian, terutama karena Arab Saudi merupakan eksportir minyak mentah terbesar di dunia.
Tak hanya itu, stabilitas politik dan kesehatannya memiliki dampak yang signifikan secara global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







