Dalam video yang beredar, Gus Miftah terlihat melontarkan kata-kata kasar kepada seorang pedagang es di tengah ceramahnya. Ia berkata, “Es tehmu jik okeh ra? Masih, yo kono didol goblok (Es tehmu masih banyak gak? Masih, ya sana dijual goblok),” dari atas panggung. Perkataan tersebut memicu tawa dari KH Usman Ali, yang duduk di sebelah Gus Miftah, serta para jamaah lainnya.
Sementara itu, pedagang es yang menjadi sasaran ucapan tersebut hanya berdiri diam sambil membawa barang dagangannya. Ekspresi datarnya kontras dengan tawa para hadirin yang mengelilinginya.
Video ini langsung menuai kritik keras dari warganet. Akun media sosial milik Gus Miftah dan KH Usman Ali dibanjiri komentar bernada negatif yang mempertanyakan sikap keduanya dalam insiden tersebut.
Profil KH Usman Ali
KH Usman Ali dikenal sebagai tokoh Islam moderat di Jawa Tengah. Lahir di Dusun Gedongan, Gondosari, Kecamatan Pakis, Magelang, pada 5 Juli 1975, ia kini mengelola Pondok Pesantren API Al-Huda di Dusun Nepak, Desa Bulurejo, Mertoyudan, Magelang.
Baca Juga: Ramai Penjual Es Teh Diolok-olok Gus Miftah, Ini 5 Kemuliaan Menjadi Pedagang dalam Islam
Pendidikan awal KH Usman Ali dimulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs). Ia kemudian mendalami ilmu agama di Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang, selama 13 tahun, menggabungkan studi formal dan informal.
Pada tahun 2012, KH Usman Ali mendirikan Pondok Pesantren API Al-Huda dengan hanya empat santri. Kini, pesantren tersebut menjadi pusat pendidikan bagi ratusan santri, lengkap dengan fasilitas seperti pendidikan tahfidz, layanan kesehatan, dan koperasi. Pesantren ini juga menyediakan jenjang pendidikan formal dari tingkat MI, MTs, hingga Madrasah Aliyah (MA).
Aktivitas di Media Sosial
Selain sebagai ulama, KH Usman Ali juga aktif di dunia digital. Ia memperkenalkan dirinya sebagai "aktor" di media sosial pribadinya dan mengelola kanal YouTube bernama KyUsmanAlhuda-CHANNEL. Lewat platform ini, ia kerap berbagi aktivitas serta konten keagamaan.
Namun, momen tawa dalam ceramah bersama Gus Miftah kini mencoreng citranya di hadapan publik. Insiden ini memicu perdebatan di media sosial tentang etika dalam menyampaikan dakwah serta sikap seorang tokoh agama terhadap masyarakat kecil.