“Saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari tugas saya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan,” ucap Gus Miftah dalam video tersebut.
Pengumuman resmi terkait pengunduran dirinya disampaikan langsung dari Pondok Pesantren Ora Aji di Kalasan, Sleman. Ia menegaskan bahwa keputusannya didasari rasa cinta, hormat, dan tanggung jawab terhadap Presiden Prabowo serta masyarakat.
“Keputusan ini saya ambil karena rasa cinta, hormat, dan tanggung jawab saya kepada bapak Presiden Prabowo Subianto serta seluruh masyarakat,” ungkapnya.
Baca Juga: Hormati Prabowo, Gus Miftah Mengundurkan Diri dari Utusan Khusus Presiden
Kontroversi yang Memicu Reaksi Publik
Keputusan Gus Miftah mundur datang di tengah kritik luas terhadapnya akibat insiden yang dianggap menghina seorang penjual es teh.
Ucapan Gus Miftah dalam insiden tersebut dinilai tidak pantas untuk seorang penceramah dengan jumlah pengikut yang besar.
Insiden ini juga mendapat perhatian dari Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang secara terbuka menyampaikan kritik.
“Ternyata orang yang paham agama, yang bicara tentang Islam, akidah, salat, dan sunnah (bisa sombong). Tetapi bila timbul (kesombongan), saya merasa aneh, agak luar biasa,” ujar Anwar dalam sebuah pertemuan di Kementerian Keuangan Malaysia pada Kamis (5/12/2024).
Petisi Desakan Mundur
Sebelumnya, desakan agar Gus Miftah mundur dari jabatannya juga mengemuka di media sosial. Sebuah petisi di platform change.org dengan judul Copot Gus Miftah dari Jabatan Utusan Khusus Presiden memperoleh dukungan luas.
Hingga Jumat siang, petisi tersebut telah mengumpulkan 279.873 tanda tangan dari target 300.000.
Baca Juga: Gus Miftah Kepleset Lidah Sebut Penjual Es Gobl*k? Begini Resep Islam Agar Tidak Kepleset Lidah
“Seperti yang kita ketahui, saat ini Gus Miftah menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden di pemerintahan yang dipimpin oleh bapak Prabowo Subianto. Publik tentu mempertanyakan apakah jabatan tersebut layak diterima oleh pribadi yang kerap membuat kegaduhan di masyarakat,” tulis keterangan dalam petisi tersebut.
Keputusan Gus Miftah untuk mundur dari posisinya ini dianggap sebagai respons atas tekanan dan kritik yang terus menguat.
Namun, ia tetap menegaskan bahwa langkah tersebut adalah keputusan pribadi yang bertujuan menjaga harmoni dan tanggung jawab kepada publik.