Akurat
Pemprov Sumsel

Didesak Ratusan Mahasiswa UI Mundur dari Jabatan Ketua Majelis Wali Amanat UI, Ini Profil Yahya Cholil Staquf

Fajar Rizky Ramadhan | 16 September 2025, 10:30 WIB
Didesak Ratusan Mahasiswa UI Mundur dari Jabatan Ketua Majelis Wali Amanat UI, Ini Profil Yahya Cholil Staquf

AKURAT.CO Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, tengah menghadapi desakan mundur dari posisinya sebagai Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Indonesia.

Ratusan mahasiswa UI menandatangani petisi yang meminta pencopotannya, buntut undangan terhadap akademikus pro-Zionis, Peter Berkowitz, dalam acara di kampus pada 23 Agustus lalu.

Komunitas Kolektif Mahasiswa UI yang Peduli Keadilan di Palestina menyebut undangan itu sebagai kelalaian serius.

“Petisi berjudul Dukung Pencopotan Yahya Cholil Staquf dari Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia dibuat pada 12 September 2025, dan hingga Sabtu malam, 13 September, sudah ditandatangani 915 mahasiswa,” tulis pernyataan mereka.

Gus Yahya sendiri dipilih menjadi Ketua MWA UI pada 2024. Kontroversi semakin mencuat karena sebelumnya ia juga dikaitkan dengan pertemuan lima kader NU dengan Presiden Israel Isaac Herzog.

Baca Juga: Kesaksian Khalid Basalamah Bikin Kasus Kuota Haji Kian Terbuka, KPK: Informasinya Penting

Menanggapi hal itu, ia menegaskan bahwa langkah tersebut bagian dari ikhtiar NU untuk membela Palestina dan mendorong perdamaian.

Profil Gus Yahya cukup panjang. Lahir di Rembang, Jawa Tengah, pada 16 Februari 1966, ia berasal dari keluarga pesantren. Ayahnya adalah KH Muhammad Cholil Bisri, tokoh besar NU sekaligus kakak dari KH Mustofa Bisri atau Gus Mus.

Masa kecilnya dihabiskan di Pesantren Raudlatut Tholibin Rembang, sebelum melanjutkan pendidikan di Yogyakarta dan mondok di Madrasah Al-Munawwir Krapyak asuhan KH Ali Maksum.

Setelah itu, ia menempuh studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada (UGM), meski tak sampai selesai. Saat mahasiswa, ia aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan menjabat Ketua Komisariat Fisipol UGM periode 1986–1987. Namanya mulai dikenal nasional ketika menjadi juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid pada 1999–2001.

Baca Juga: Khalid Basalamah Kembalikan Uang Terkait Kasus Kuota Haji

Kariernya terus berlanjut hingga ia ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada 2018. Di PBNU, ia pernah menjadi Katib Aam (2015–2021) sebelum terpilih sebagai Ketua Umum periode 2021–2026.

Selain itu, Gus Yahya aktif dalam forum internasional, termasuk menjadi pembicara di American Jewish Committee (AJC) di Israel pada 2018. Hubungannya dengan Peter Berkowitz terjalin ketika ia diundang Kementerian Luar Negeri AS.

Kini, desakan mahasiswa UI menjadi ujian baru bagi kepemimpinannya, baik di PBNU maupun di MWA UI.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.