Akurat
Pemprov Sumsel

Libur Sekolah Satu Bulan Selama Ramadhan, Menguntungkan atau Merugikan menurut Hadis Nabi?

Fajar Rizky Ramadhan | 6 Januari 2025, 07:30 WIB
Libur Sekolah Satu Bulan Selama Ramadhan, Menguntungkan atau Merugikan menurut Hadis Nabi?

AKURAT.CO Ketika memasuki bulan Ramadhan, umat Islam di seluruh dunia menyambutnya dengan penuh suka cita.

Bulan ini menjadi momen istimewa karena keberkahan dan pahala yang dilipatgandakan.

Di beberapa negara mayoritas Muslim, termasuk Indonesia, muncul wacana libur sekolah selama satu bulan penuh untuk memberikan kesempatan kepada siswa dan guru fokus beribadah.

Namun, apakah kebijakan ini menguntungkan atau merugikan jika ditinjau dari sudut pandang hadis Nabi?

Dalam Islam, pendidikan memiliki nilai yang sangat tinggi. Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

طلب العلم فريضة على كل مسلم

“Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah).

Hadis ini menegaskan pentingnya pendidikan dalam kehidupan seorang Muslim. Bahkan di bulan Ramadhan, kewajiban menuntut ilmu tidak gugur. Justru, aktivitas belajar dapat menjadi bagian dari ibadah jika dilakukan dengan niat yang ikhlas.

Baca Juga: Libur Sekolah Satu Bulan Selama Ramadhan, Bagaimana Pandangan Islam?

Oleh karena itu, wacana libur sekolah selama Ramadhan perlu dipertimbangkan dengan bijak agar tidak mengurangi semangat menuntut ilmu.

Namun, di sisi lain, bulan Ramadhan adalah waktu untuk memperbanyak ibadah, seperti membaca Al-Qur’an, shalat malam, dan berpuasa. Rasulullah ﷺ bersabda:

من قام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

“Barang siapa yang mendirikan (ibadah) di bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menunjukkan bahwa bulan Ramadhan adalah kesempatan istimewa untuk memperbaiki hubungan dengan Allah. Waktu yang lebih fleksibel akibat libur sekolah dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah bersama keluarga.

Namun, penting juga untuk memastikan bahwa waktu luang selama libur Ramadhan tidak digunakan untuk hal-hal yang sia-sia. Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

نعمتان مغبون فيهما كثير من الناس: الصحة والفراغ

“Ada dua kenikmatan yang banyak manusia lalai darinya: kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari).

Hadis ini menjadi peringatan agar waktu libur tidak menjadi celah untuk bermalas-malasan atau melakukan aktivitas yang tidak bermanfaat.

Jika libur satu bulan penuh dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas keimanan, seperti menghadiri kajian, memperdalam ilmu agama, atau berbagi dengan sesama, maka ini tentu menjadi hal yang menguntungkan.

Sebaliknya, jika libur ini malah mengurangi semangat belajar atau membuat siswa lupa pada tanggung jawabnya, maka dampaknya bisa merugikan.

Islam mengajarkan keseimbangan antara ibadah dan aktivitas duniawi, sebagaimana firman Allah:

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلْـَٔاخِرَةَ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنْيَا

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia.” (QS. Al-Qashash: 77).

Baca Juga: Libur Sekolah Selama Ramadhan, Bagiamana Tradisi Belajar di Masa Awal Peradaban Islam saat Bulan Puasa?

Dengan demikian, keputusan libur sekolah selama Ramadhan sebaiknya dilandasi oleh kebijakan yang bijak.

Jika libur tersebut memberikan peluang untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperkuat nilai-nilai Islam tanpa mengorbankan pendidikan, maka itu bisa menjadi pilihan yang baik.

Namun, jika justru memunculkan kemalasan atau mengurangi semangat belajar, maka perlu ada pengaturan ulang agar keseimbangan antara ibadah dan pendidikan tetap terjaga.

Wallahu a‘lam bishawab.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.