Sejarah Kebakaran Hebat yang Melanda Ka'bah di Kota Suci Makkah

AKURAT.CO Ka'bah, rumah suci umat Islam yang terletak di Masjidil Haram, Makkah, adalah kiblat bagi miliaran Muslim di seluruh dunia.
Bangunan ini memiliki sejarah panjang yang penuh dengan kisah-kisah spiritual, rekonstruksi, dan peristiwa besar.
Salah satu peristiwa paling menggemparkan dalam sejarah Ka'bah adalah kebakaran hebat yang melanda bangunan ini pada awal masa Islam.
Kejadian tersebut terjadi pada tahun 64 Hijriah, bertepatan dengan masa pemerintahan Khalifah Yazid bin Muawiyah dari Dinasti Umayyah.
Kala itu, Makkah sedang menjadi pusat konflik politik dan militer. Abdullah bin Zubair, seorang sahabat Nabi Muhammad SAW dan putra Zubair bin Awwam, mendeklarasikan dirinya sebagai khalifah di Makkah, menentang kekuasaan Yazid yang berbasis di Damaskus.
Konflik antara pasukan Abdullah bin Zubair dan pasukan Yazid memuncak ketika Yazid mengirimkan bala tentaranya untuk mengepung Makkah pada tahun 683 M.
Dalam pengepungan tersebut, pasukan Yazid menggunakan manjaniq, atau alat pelontar batu, untuk menghancurkan pertahanan Abdullah bin Zubair.
Dalam salah satu serangan itu, batu-batu yang dibakar dilemparkan ke arah Ka'bah, sehingga menimbulkan kebakaran besar.
Baca Juga: Arab Saudi Banjir, Makkah dan Madinah Ikut Terendam Air!
Api melahap dinding-dinding Ka'bah yang saat itu terbuat dari batu dan kayu. Kiswah, kain penutup suci Ka'bah, juga terbakar habis.
Atap Ka'bah runtuh, dan bangunan yang sangat dihormati ini nyaris menjadi puing-puing. Peristiwa tersebut meninggalkan luka mendalam di hati umat Islam.
Setelah kebakaran itu, Abdullah bin Zubair mengambil tanggung jawab untuk membangun kembali Ka'bah.
Namun, ia tidak hanya ingin memperbaiki kerusakan, tetapi juga ingin memulihkan Ka'bah berdasarkan fondasi yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim AS.
Menurut hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA, Rasulullah SAW pernah menyatakan bahwa jika masyarakat Quraisy tidak keberatan, beliau ingin membangun kembali Ka'bah sesuai dengan fondasi aslinya, termasuk menambahkan Hijr Ismail ke dalam struktur bangunan.
Abdullah bin Zubair memanfaatkan kesempatan ini untuk merealisasikan keinginan Rasulullah SAW.
Ia merobohkan sisa-sisa bangunan yang rusak dan membangun kembali Ka'bah sesuai dengan ukuran dan bentuk yang lebih besar, termasuk memasukkan Hijr Ismail ke dalam struktur.
Pintu Ka'bah juga dibuat sejajar dengan tanah, memudahkan umat Islam untuk masuk ke dalamnya. Proses rekonstruksi ini memakan waktu yang cukup lama dan menghabiskan banyak dana, tetapi hasilnya adalah Ka'bah yang lebih kokoh dan megah.
Namun, bangunan ini tidak bertahan lama dalam bentuk tersebut. Setelah Abdullah bin Zubair wafat, Khalifah Abdul Malik bin Marwan dari Dinasti Umayyah merebut kekuasaan dan memerintahkan agar Ka'bah dikembalikan ke bentuknya seperti sebelum kebakaran. Keputusan ini dilakukan karena alasan politik dan untuk menghilangkan jejak Abdullah bin Zubair.
Baca Juga: Subang Miliki Masjid yang Menyerupai Kabah
Kisah kebakaran ini menjadi salah satu pelajaran penting dalam sejarah Islam. Ia mengingatkan umat Muslim tentang pentingnya menjaga persatuan dan menghindari konflik yang dapat merusak nilai-nilai Islam.
Ka'bah, meskipun sempat terbakar, tetap menjadi simbol kekuatan iman dan keteguhan umat Islam dalam menghadapi berbagai ujian.
Hingga kini, Ka'bah tetap berdiri megah di tengah Masjidil Haram, menjadi saksi bisu perjalanan panjang sejarah Islam.
Peristiwa kebakaran besar yang melanda Ka'bah bukan hanya tragedi, tetapi juga momentum untuk merenungkan pentingnya menjaga kesucian, harmoni, dan kedamaian di Tanah Suci.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






