Niat Puasa Pengganti Puasa Ramadhan untuk Wanita yang Haid di Bulan Ramadhan Tahun Lalu

AKURAT.CO Bagi perempuan yang memiliki utang puasa Ramadhan, penting untuk mengetahui niat puasa pengganti puasa Ramadhan.
Dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan, perempuan yang mengalami haid memiliki keringanan untuk tidak berpuasa selama masa haidnya.
Hal ini sesuai dengan ketentuan syariat Islam yang menjelaskan bahwa haid merupakan salah satu kondisi yang membolehkan seseorang untuk tidak berpuasa, sebagaimana dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW.
Namun, setelah bulan Ramadan berlalu, perempuan yang memiliki utang puasa karena haid diwajibkan untuk menggantinya di hari lain sebelum datangnya Ramadan berikutnya.
Hal ini berdasarkan perintah dalam hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a., bahwa para wanita pada masa Nabi SAW diperintahkan untuk mengqadha puasa yang ditinggalkan karena haid, tetapi tidak diwajibkan untuk mengqadha salat.
Baca Juga: 5 Amalan Sebelum Berbuka Puasa Nisfu Syaban, Pahalanya Sangat Besar!
Ketika seorang perempuan hendak melaksanakan puasa pengganti (qadha) Ramadan, ia dianjurkan untuk berniat pada malam hari sebelum terbit fajar, karena puasa wajib mengharuskan adanya niat sebelum fajar menyingsing.
Niat ini adalah bentuk ketegasan dalam hati untuk menjalankan ibadah puasa dengan penuh kesadaran dan kepatuhan kepada Allah.
Adapun lafal niat puasa qadha Ramadan adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’i Ramadana lillahi ta‘ala.
Artinya: "Aku berniat berpuasa besok untuk mengganti puasa Ramadan karena Allah Ta‘ala."
Niat ini boleh diucapkan dengan lisan, tetapi yang paling utama adalah meneguhkannya dalam hati, karena niat adalah amalan hati. Dengan niat yang benar, puasa qadha akan menjadi ibadah yang sah dan diterima oleh Allah.
Selain itu, dalam melaksanakan puasa pengganti ini, seorang muslimah dianjurkan untuk tetap menjaga adab dan keutamaannya, sebagaimana ketika menjalankan puasa di bulan Ramadan.
Hal ini mencakup menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, menjaga lisan dan perilaku dari hal yang tidak baik, serta memperbanyak ibadah dan doa agar mendapatkan keberkahan dari Allah.
Baca Juga: Doa Berbuka Puasa Nisfu Syaban dalam Bahasa Arab dan Latin
Bagi perempuan yang masih memiliki utang puasa, disarankan untuk segera mengqadhanya sebelum datangnya Ramadan berikutnya.
Hal ini untuk menghindari kemungkinan adanya kesulitan di kemudian hari serta agar dapat memasuki bulan Ramadan berikutnya dalam keadaan suci dari tanggungan puasa sebelumnya.
Dengan niat yang ikhlas dan pelaksanaan yang sesuai dengan tuntunan syariat, puasa qadha ini akan menjadi amal yang bernilai di sisi Allah, sebagai bentuk ketaatan dan rasa syukur atas nikmat kesehatan serta kesempatan yang diberikan-Nya.
Semoga Allah menerima ibadah puasa kita dan memberikan kita kekuatan untuk selalu menjalankan perintah-Nya dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









