Hikmah Video Viral Ibu Guru Salsabila, Islam Jelaskan Cara Bermedia Sosial yang Tak Melanggar Syariat

AKURAT.CO Fenomena adanya video viral Ibu Guru Salsabila menjadi perbincangan hangat di kalangan netizen.
Video yang menampilkan dirinya dalam aksi berjoget dengan pakaian ketat mengundang pro dan kontra di masyarakat.
Di balik kontroversi tersebut, ada pelajaran penting yang bisa diambil, terutama tentang bagaimana seorang Muslim seharusnya berperilaku di media sosial agar tetap sesuai dengan syariat Islam.
Media sosial adalah ruang terbuka yang memungkinkan siapa saja untuk mengekspresikan diri dan berinteraksi dengan publik.
Namun, Islam mengajarkan bahwa kebebasan berekspresi tetap harus dibingkai dengan adab dan akhlak. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
وَقُل لِّعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنزَغُ بَيْنَهُمْ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلْإِنسَانِ عَدُوًّا مُّبِينًا
Artinya: "Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, 'Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar).' Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi manusia." (QS. Al-Isra’: 53)
Ayat ini menegaskan pentingnya menjaga perkataan dan perbuatan, termasuk dalam aktivitas di media sosial. Segala yang kita unggah, baik berupa tulisan, foto, maupun video, semestinya mencerminkan kebaikan dan menghindari hal yang dapat memicu perselisihan atau mengundang kontroversi negatif.
Baca Juga: Video Viral Ibu Guru Salsa Lima Menit Jadi Perbincangan Hangat Netizen
Islam juga mengajarkan konsep haya' (rasa malu) sebagai bagian dari iman, yang seharusnya menjadi panduan dalam berinteraksi di ruang publik, termasuk di media sosial. Rasulullah SAW bersabda:
الإيمان بضع وسبعون أو بضع وستون شعبة فأفضلها قول لا إله إلا الله وأدناها إماطة الأذى عن الطريق والحياء شعبة من الإيمان
Artinya: "Iman itu memiliki lebih dari tujuh puluh cabang, yang paling tinggi adalah ucapan 'La ilaha illallah' dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan rasa malu adalah salah satu cabang dari iman." (HR. Bukhari dan Muslim)
Rasa malu yang dimaksud di sini bukan sekadar malu dalam arti pasif, tetapi juga menjaga diri dari perilaku yang dapat merendahkan martabat atau melanggar norma kesopanan.
Dalam konteks media sosial, ini berarti menghindari konten yang mempertontonkan aurat, ucapan yang tidak pantas, atau tindakan yang bisa menurunkan kehormatan diri.
Selain itu, Islam sangat menekankan konsep tanggung jawab atas setiap ucapan dan tindakan, termasuk yang kita sebarkan di dunia maya. Allah SWT berfirman:
مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
Artinya: "Tidak ada satu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat)." (QS. Qaf: 18)
Ayat ini mengingatkan bahwa setiap konten yang kita unggah akan dimintai pertanggungjawaban.
Oleh karena itu, penting bagi seorang Muslim untuk selalu mempertimbangkan dampak dari apa yang dibagikan, apakah membawa manfaat atau justru menimbulkan mudarat.
Dari fenomena viral Ibu Guru Salsa, kita bisa mengambil hikmah tentang pentingnya menjaga etika dan adab dalam bermedia sosial.
Baca Juga: Foto dan Video Bu Guru Salsa Viral, Islam Larang Menyebarkannya Tanpa Ada Kepentingan Mendesak!
Islam mendorong umatnya untuk menggunakan media sosial sebagai sarana menyebarkan kebaikan, memperluas ilmu, dan mempererat silaturahmi, bukan sekadar ajang mencari sensasi atau popularitas yang mengorbankan nilai-nilai moral.
Dengan menjadikan syariat Islam sebagai pedoman, setiap Muslim dapat berkontribusi menciptakan ruang digital yang positif dan bermartabat.
Mari kita jadikan media sosial sebagai ladang amal yang mendatangkan pahala, bukan sebagai ajang yang merusak citra diri dan nilai-nilai Islam yang kita junjung tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







