Direktur PD Pontren Kagumi Puluhan Karya Mahasantri Ma’had Aly Sa’iidusshiddiqiyah Jakarta

AKURAT.CO Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama (Kemenag) RI, Basnang Said, merasa kagum dengan para mahasantri Ma’had Aly Sa’iidusshiddiqiyah Jakarta. Sebab, pada momen wisuda yang ke-2, ada sekitar 30 karya mahasantri yang ditampilkan dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu.
“Saya lihat di depan tadi, berjejer karya-karya mereka (mahasantri). Itu luar biasa. Di PTIKN pun tidak ada seperti ini,” katanya saat menyampaikan sambutan di acara wisuda ke-2 Ma’had Aly Sa’iidusshiddiqiyah Jakarta, Rabu, 26/2/2025.
Dalam kesempatan tersebut, Basnang juga berharap agar lulusan Ma’had Aly mampu memberikan kontribusi yang lebih nyata bagi dunia. “Semoga para mahasantri yang diwisuda bisa memberikan kontribusi nyata bagi Islam, bahkan dunia,” katanya.
Ia juga meminta agar selama menempuh pendidikan di Ma’had Aly Mahasantri tidak hanya fokus mendalami ilmu agama, tetapi juga mendapatkan pembekalan dan penguatan soft skill sesuai tuntutan dunia modern.
“Kalian hidup di masa yang menuntut kita harus melek IT, mampu berbahasa Inggris, bukan hanya bisa membaca kitab kuning,” ujarnya.
Baca Juga: Sebanyak 62 Mahasantri Ikuti Wisuda Ma'had Aly Sa'iidusshiddiqiyah Jakarta
Diketahui, acara wisuda yang diikuti oleh 62 mahasantri ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh, di antaranya Pengasuh Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta KH Ahmad Mahrus Iskandar, Mudir Ma'had Aly Sa'iidusshiddiqiyah KH Nur Salikin, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI KH Basnang Said, Pimpinan Baznas RI KH Achmad Sudrajat.
Kemudian, Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta KH Adib, serta Ketua Dewan Masyayikh sekaligus Rais Syuriah PBNU 2010-2021 KH Mujib Qolyubi. Selain itu, para wisudawan beserta wali mahasantri juga hadir untuk menyaksikan prosesi sakral ini.
Diketahui, para mahasantri Ma’had Aly Sa’iidusshiddiqiyah Jakarta diwajibkan menulis buku sebagai tugas akhir dan syarat kelulusan, menggantikan skripsi. Dalam momen wisuda ini, buku-buku karya para wisudawan yang telah diuji dipamerkan di stan khusus.
Buku-buku ini ditulis bertema sejarah Islam, sesuai dengan takhassusnya, yaitu Tarikhul Ialsami wa Tsaqafatuh (Sejarah dan Peradaban Islam).
Di antara karya-karya tersebut berjudul Sirah Nabawiyah dalam Tanya Jawab: Memahami Sejarah Nabi Muhammad dengan Cara Berbeda karya Muhamad Abror dkk, Ensiklopedia Sejarawan Muslim Sampai Abad ke-21 karya Robiihul Imam Fiddaroini dkk, Rahasia Keagungan Nabi: Keteladanan dalam Setiap Langkah Rasulullah Saw karya Iman Suhaemi dkk.
Kemudian, Muhammad: Lelaki Agung (Terjemah Kitab Ar-Rajul An-Nabil karya Ali Bin Jabir Al-Fifi) oleh Sayyid Husnul Hikam, Ensiklopedia Biografi 100 Ulama Nusantara: Riwayat Hidup, Karya, dan Sejarah Perjuangan karya Ma'mun Fuadi dkk, Mutiara Terpendam: Biografi Perempuan Berpengaruh di Indonesia karya Halimatus Sa'diyah dkk.
Selanjutnya, Para Wanita Pemilik Cahaya: Menjadi Wanita Multitalenta di Balik Kisah Inspiratif Wanita Pada Masa Rasulullah karya Dalimah Nur Hanipah dkk, Mengenal Publik Speaking Rasulullah: Prinsip dan Etika Public Speaking Rasulullah Sang Tauladan karya Abdul Aziz dkk, Surga yang Hilang: Menguak Jejak-Jejak Peradaban Islam di Andalusia karya Izzatul Laili dkk.
Lalu, Perempuan yang Bergerak: Biografi Tiga Ulama Perempuan Inspiratif dalam Pendidikan karya Baqiyatus Solikhah dkk, Lentera Hikmah: Menyelami Lautan Hikmah Syariat, Kenabian, hingga Teladan Tokoh Ulama Inspiratif Islam karya Alwi Jamalulel Ubab dkk, Sumatra dan Ulama: Sebuah Biografi, Peran dan Kontribusi Ulama Sumatra bagi Nusantara karya Mia Dwi Afitri.l, Lentera Tajwid: Sebuah Novel Memoar Drs. K.H. Muhasyim Abdul Majid karya Ibnu Nazar Saifulloh dkk.
Baca Juga: Pendaftaran CPNS Kemenag Dibuka 1 September 2024, Lulusan Ma'had Aly Bisa Daftar
Berikutnya, Cahaya di Tengah Padang Pasir: Perjalanan Hidup Wanita Mulia Pengukir Sejarah Islam karya Devi Rahmawati dkk, Teladan Ulama Nusantara: Peran Dakwah, Spirit Intelektual, dan Produktivitas Berkarya karya Wardatun Nafisah A dkk, 40 Kisah Para Kinasih Allah: Rampai Teladan Kehidupan yang Menakjubkan karya Muhammad Mas'ud dkk, Kami Berjalan Menuju Wawangian: Pondok Pesantren Sinarmiskin karya Hafidz Ali dkk.
Kemudian, Sirah Nabi Muhammad: Cahaya Kehidupan dan Teladan Umat karya M. Fadil Wasakil Kosi dkk, Menelusuri Masjid Bersejarah di Condet Jakarta Timur karya Siti Yayu Magtufah dkk, Terjemah Tuhfah Al-Anam (Sejarah Ringkas Kekhalifahan Islam) karya Daffa Claudio Irvansyah dkk, Menempuh Panggilan Umat dan Negara: Biografi K.H. Nur Rohmat Sang Kiai Polisi karya Achmad Dhani dkk, dan Jejak Abadi Makam Makam Bersejarah di Cirebon karya Aulia Tihawa dkk.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










