Lama Banget, Masa Tunggu Haji di Bekasi Capai 30 Tahun

AKURAT.CO Masa tunggu ibadah haji di Kabupaten dan Kota Bekasi kini mencapai 25 hingga 30 tahun. Ratusan calon jemaah haji asal Kabupaten Bekasi telah memasuki Asrama Haji Embarkasi Bekasi sejak Kamis (1/5/2025) untuk persiapan keberangkatan menuju Tanah Suci.
Menurut Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bekasi, Shobirin, kloter pertama tahun ini terdiri dari 435 jemaah dan tujuh petugas. "Jemaah kita hari ini kloter pertama di Jawa Barat akan diberangkatkan jam 2 pagi ke bandara," ujarnya, Kamis (1/5/2025).
Tahun ini, total kuota haji Kabupaten Bekasi sebanyak 2.186 jemaah yang terbagi dalam lima kloter penuh dan satu kloter gabungan. Sementara itu, setiap tahun sekitar 6.000 warga Kabupaten Bekasi mendaftar haji.
Baca Juga: Haji 2025: DPR RI Kawal Ketat Layanan, Jemaah Diminta Jaga Kesehatan
"Masa tunggu Kabupaten Bekasi itu sudah sampai 30 tahun. Jadi yang daftar hari ini waiting list-nya sampai 30 tahun ke depan," kata Shobirin.
Di Kota Bekasi, kuota haji tahun ini mencapai 2.699 jemaah. Hingga kini, jumlah pendaftar mencapai 65.672 orang, dengan masa tunggu sekitar 25 hingga 26 tahun.
Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Kota Bekasi, Sri Siagawati, mengonfirmasi kesiapan kloter 4 dari Kota Bekasi yang masuk asrama pada Jumat (2/5/2025) pukul 13.30 WIB.
Dari data Kemenag, jemaah termuda dari Kota Bekasi berusia 19 tahun, atas nama Daffa Aliyya Hendriyani yang menggantikan porsi ayahnya, sementara jemaah tertua adalah Ipit, 93 tahun, warga Bekasi Utara.
Secara nasional, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar menyatakan bahwa kuota haji Indonesia tahun ini telah terisi penuh, bahkan melebihi 105 persen untuk mengantisipasi calon jemaah yang gagal berangkat. "Terdiri dari 203.310 jemaah haji reguler dan 15.680 haji khusus," ungkapnya.
Baca Juga: Musim Haji 1446 H Resmi Dimulai, 18 Kloter Masuk Asrama Haji dan Diberangkatkan ke Tanah Suci
Ia juga mengingatkan jemaah agar menjaga kondisi fisik selama di Tanah Suci, mengingat suhu diperkirakan bisa mencapai 40°C saat puncak ibadah.
“Save energinya. Jangan sampai semangat di awal justru membuat kelelahan dan akhirnya tidak bisa maksimal saat puncak ibadah,” pesannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







