Akurat
Pemprov Sumsel

Prabowo Ingin Biaya Haji Indonesia Lebih Murah dari Malaysia, Berapa Sih Biayanya di Negara Tetangga Ini?

Fajar Rizky Ramadhan | 6 Mei 2025, 11:06 WIB
Prabowo Ingin Biaya Haji Indonesia Lebih Murah dari Malaysia, Berapa Sih Biayanya di Negara Tetangga Ini?

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto menegaskan tekadnya untuk terus memangkas biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) agar lebih murah dari Malaysia. Ia menyebut penurunan Rp4 juta pada biaya haji 2025 sebagai langkah awal, namun belum puas.

"Sekarang alhamdulillah kita bisa turunkan biaya haji Rp4 juta yang sudah dirasakan oleh jemaah tahun ini, 203 ribu, tapi saya minta dikurangi lagi. Saya belum puas, kita harus termurah yang bisa kita capai," ujar Prabowo saat meresmikan Terminal Khusus Haji dan Umrah di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (4/5/2025).

Tahun ini, pemerintah dan DPR menyepakati rata-rata biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 2025 sebesar Rp89,41 juta, turun dari Rp93,41 juta tahun lalu. Dari jumlah itu, jemaah membayar langsung sebesar Rp55,43 juta (62 persen), sisanya disubsidi oleh nilai manfaat dana kelolaan BPKH.

Namun, bagaimana dengan biaya haji di Malaysia?

Baca Juga: Masa Tunggu Haji di Indonesia Capai Berapa Tahun? Ini Kata Kemenag

Berdasarkan data Lembaga Tabung Haji Malaysia, biaya haji ditetapkan sebesar 33.300 ringgit atau sekitar Rp130,3 juta (kurs Rp3.913). Walau terlihat lebih mahal, Malaysia memberikan subsidi besar hingga 55 persen, terutama bagi kelompok berpenghasilan rendah.

Menurut pengamat ekonomi syariah IPB University, Irfan Syauqi Beik, "Sebenarnya (biaya haji) Malaysia lebih tinggi, tetapi yang membedakan antara Indonesia dan Malaysia adalah kemampuan subsidi. Tabung Haji itu mensubsidi sekitar 55 persen dari biaya yang ada."

Malaysia membagi subsidi dalam tiga kelompok:

  • Bottom 40 (B40): Pendapatan terbawah mendapat subsidi 18.300 ringgit (sekitar Rp71,6 juta), sehingga hanya membayar Rp58,6 juta.

  • Middle 40 (M40): Kelas menengah membayar Rp91,9 juta setelah subsidi 29 persen.

  • Top 20 (T20): Tak menerima subsidi dan membayar penuh Rp130,3 juta.

Dengan model subsidi progresif ini, biaya haji Malaysia bisa terasa lebih ringan bagi jemaah kelompok bawah. Indonesia, meskipun biaya dasarnya lebih rendah, masih terbatas dalam skema subsidi.

Prabowo kini mengusulkan perbaikan manajemen haji agar efisiensi dan subsidi bisa dimaksimalkan demi meringankan beban calon jemaah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.