Akurat
Pemprov Sumsel

Niat Puasa Tarwiyah dan Qadha Ramadhan: Panduan Lengkap dalam Menyambut Dzulhijjah

Fajar Rizky Ramadhan | 4 Juni 2025, 07:24 WIB
Niat Puasa Tarwiyah dan Qadha Ramadhan: Panduan Lengkap dalam Menyambut Dzulhijjah

AKURAT.CO Bulan Dzulhijjah dikenal sebagai salah satu bulan yang penuh keutamaan dalam kalender hijriyah. Selain menjadi waktu utama pelaksanaan ibadah haji, sepuluh hari pertama bulan ini juga menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah, termasuk puasa sunnah.

Di antara puasa sunnah yang dianjurkan adalah puasa Tarwiyah. Namun, ada pula sebagian orang yang masih memiliki tanggungan puasa Ramadhan yang belum diganti (qadha).

Hal ini sering menimbulkan pertanyaan: bolehkah menggabungkan niat puasa Tarwiyah dan qadha Ramadhan? Dan bagaimana lafal niat yang tepat untuk masing-masing?

Pertama, penting untuk memahami bahwa puasa Tarwiyah adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 8 Dzulhijjah. Meskipun tidak sepopuler puasa Arafah, puasa Tarwiyah tetap memiliki tempat istimewa dalam tradisi ibadah umat Islam.

Beberapa ulama menyebutkan bahwa puasa ini memiliki keutamaan dalam menghapus dosa setahun sebelumnya, meskipun hadis tentangnya masih diperselisihkan derajat kesahihannya. Namun begitu, semangat umat dalam menunaikannya tetap tinggi karena berada dalam rangkaian hari-hari penuh berkah.

Baca Juga: Perbedaan Puasa Arafah dan Tarwiyah: Waktu, Bacaan Niat, dan Pahalanya

Adapun niat puasa Tarwiyah adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma yaumi at-tarwiyah sunnatan lillāhi ta‘ālā.

Artinya: Aku niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta‘ala.

Sementara itu, bagi mereka yang masih memiliki hutang puasa Ramadhan, sangat dianjurkan untuk segera menggantinya sebelum datang Ramadhan berikutnya.

Puasa qadha memiliki kedudukan sebagai ibadah wajib, dan oleh karena itu harus didahulukan dibanding puasa sunnah jika belum terlaksana. Niat puasa qadha bersifat wajib dan harus dilakukan sebelum fajar.

Berikut adalah niat puasa qadha Ramadhan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadā’i Ramaḍāna lillāhi ta‘ālā.

Artinya: Aku niat puasa esok hari karena mengganti (qadha) puasa Ramadhan karena Allah Ta‘ala.

Pertanyaan yang sering muncul adalah: bolehkah seseorang menggabungkan niat antara puasa Tarwiyah dan puasa qadha Ramadhan?

Dalam hal ini, para ulama berbeda pendapat. Sebagian ulama dari mazhab Syafi‘i membolehkan penggabungan niat antara puasa sunnah dan wajib jika niat utamanya adalah untuk menunaikan yang wajib.

Artinya, jika seseorang memiliki hutang puasa Ramadhan dan berniat mengqadha-nya di tanggal 8 Dzulhijjah, maka ia bisa mendapatkan pahala puasa qadha dan—atas kemurahan Allah—diharapkan juga mendapatkan pahala keutamaan hari Tarwiyah.

Namun demikian, keutamaan penuh dari puasa Tarwiyah secara khusus diyakini hanya bisa diraih jika seseorang meniatkannya secara khusus sebagai ibadah sunnah.

Baca Juga: Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah 2025: Lengkap dengan Jadwal dan Keutamaannya

Maka, bagi mereka yang masih memiliki hutang puasa Ramadhan dan ingin mengejar pahala maksimal dari puasa Dzulhijjah, pilihan terbaik adalah menyelesaikan puasa qadha terlebih dahulu di luar hari-hari istimewa tersebut, agar bisa melaksanakan puasa Tarwiyah dan Arafah dengan niat khusus sebagai puasa sunnah.

Kesimpulannya, puasa Tarwiyah dan qadha Ramadhan memiliki fungsi ibadah yang berbeda—yang satu bersifat sunnah, yang lain wajib. Masing-masing memiliki niat yang berbeda pula, baik dari segi lafaz maupun waktu pengucapannya.

Dengan memahami perbedaan dan niat yang benar, umat Islam dapat memaksimalkan ibadah mereka di bulan Dzulhijjah dengan cara yang lebih tepat dan sesuai dengan tuntunan syariat.

Wallahu A'lam.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.