Timwas DPR Ungkap Penyebab Jemaah Haji RI Menumpuk di Mina

AKURAT.CO Kepadatan jemaah haji Indonesia di Mina pada musim haji 2025 disorot Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI. Anggota Timwas, Selly Andriany Gantina, mengungkapkan bahwa kondisi itu dipicu oleh pembatalan mendadak program tanazul oleh otoritas Arab Saudi.
Program tanazul semula dirancang untuk memindahkan sebagian jemaah, khususnya lansia dan berisiko tinggi, lebih awal dari Mina ke Mekkah setelah melontar jumrah Aqabah. Langkah ini ditujukan untuk mengurangi beban logistik dan kepadatan tenda di Mina.
“Program tanazul dibatalkan untuk sekitar 37 ribu jemaah oleh otoritas Saudi, akibatnya terjadi penumpukan dan rebutan tenda di Mina,” ujar Selly, dikutip media, Sabtu (7/6).
Selly menyoroti dampak langsung pembatalan tersebut terhadap kondisi fisik dan kesehatan jemaah, terutama setelah mereka menempuh perjalanan jauh dari Muzdalifah ke Mina akibat keterlambatan armada bus.
Baca Juga: Timwas Haji DPR: Jemaah Lansia Terlantar di Mina, Sistem Pemondokan Kacau dan Tidak Adil
“Banyak jemaah kelelahan setelah berjalan jauh dari Muzdalifah ke Mina, dan ketika tiba, mereka tidak menemukan tempat beristirahat yang layak,” tambahnya.
Ia mendesak agar Tim Kesehatan Haji Indonesia sigap dan memastikan layanan dasar tetap terpenuhi secara adil, termasuk makanan, tenda, dan perawatan medis.
“Layanan dasar seperti tenda, makanan, dan kesehatan harus tetap diberikan secara adil kepada semua jemaah, meskipun program tanazul tidak berjalan seperti yang direncanakan,” tegas politisi dari PDIP itu.
Lebih jauh, Selly mengingatkan bahwa pembatalan program tanazul juga berpotensi menimbulkan kelangkaan logistik makanan di Mina, sebab jemaah yang seharusnya sudah berada di hotel di Mekkah kini masih bertahan di tenda.
“Tanpa antisipasi, ini bisa memicu kelangkaan makanan. Padahal, kondisi fisik jemaah banyak yang sudah melemah,” jelasnya.
Baca Juga: 15 Ucapan Semoga Menjadi Haji Mabrur bagi Orang yang Pulang dari Tanah Suci
Selly menutup pernyataannya dengan menggarisbawahi pentingnya keselamatan jemaah sebagai prioritas utama. “Jangan sampai ada korban hanya karena kurangnya langkah antisipatif. Tim medis harus hadir dan sigap di lapangan,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









