Kalender Jawa Kamis 17 Juli 2025: Kamis Kliwon, Weton Rezeki dan Keberuntungan

AKURAT.CO Kamis, 17 Juli 2025 bertepatan dengan 21 Muharram 1447 H dalam kalender Hijriah, atau 21 Suro 1959 dalam penanggalan Jawa. Hari ini jatuh pada Kamis Kliwon dalam sistem weton, dengan wuku Manahil dan nilai neptu sebesar 16.
Kalender Jawa, yang masih dijadikan pedoman oleh sebagian masyarakat Jawa, bukan sekadar penanda waktu. Lebih dari itu, ia menyimpan lapisan makna budaya yang digunakan dalam perhitungan hari baik, kecocokan jodoh, hingga ramalan rezeki.
Menurut laporan Kompas.com, “Weton Kamis Kliwon diibaratkan seperti Lakuning Banyu, yang dalam ungkapan Jawa berarti air yang tenang.” Dalam tradisi Jawa, simbol air tenang menggambarkan pribadi yang sabar, dalam berpikir, serta sering membawa keberuntungan dalam urusan karier, jodoh, maupun keuangan.
Baca Juga: Hari Ini Weton Rabu Wage: Inilah Karier, Asmara, dan Sifat Pancasuda Sumur Sinamba
Nilai Neptu Tertinggi: Kombinasi Kamis dan Kliwon
Setiap hari dalam sistem Jawa memiliki nilai angka tersendiri yang disebut neptu. Kamis bernilai 8 dan pasaran Kliwon bernilai 8, sehingga totalnya menjadi 16 — nilai maksimal dalam sistem kombinasi weton. Nilai ini dipercaya membawa energi besar yang sering dikaitkan dengan keberuntungan dan aura kepemimpinan.
Berikut adalah nilai neptu untuk referensi:
-
Hari biasa: Senin (4), Selasa (3), Rabu (7), Kamis (8), Jumat (6), Sabtu (9), Minggu (5)
-
Pasaran: Legi (5), Pahing (9), Pon (7), Wage (4), Kliwon (8)
Kombinasi weton seperti Kamis Kliwon biasanya dimanfaatkan masyarakat dalam menentukan momen-momen penting, seperti hari baik pernikahan, pindah rumah, atau memulai usaha.
Baca Juga: Kalender Jawa Hari Ini, 16 Juli 2025: Cek Weton Rabu Wage dan Hari Keberuntunganmu
Apa Itu Weton dan Wuku?
Dalam kalender Jawa, weton adalah gabungan antara tujuh hari dalam sepekan dan lima pasaran tradisional. Kombinasi ini menghasilkan 35 variasi hari yang berulang setiap 35 hari sekali. Sementara wuku adalah siklus mingguan dalam satu tahun Jawa yang terdiri dari 30 wuku, masing-masing berdurasi tujuh hari.
Penggunaan kalender Jawa hingga kini menunjukkan bagaimana masyarakat masih menjaga kesinambungan antara tradisi leluhur dan dinamika kehidupan modern. Dengan memadukan unsur spiritual, sosial, dan budaya, kalender ini tetap relevan di tengah era digital.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







