Akurat
Pemprov Sumsel

Guru Madin di Demak Didenda Rp25 Juta, Wagub Jateng Taj Yasin Turun Tangan

Fajar Rizky Ramadhan | 20 Juli 2025, 07:15 WIB
Guru Madin di Demak Didenda Rp25 Juta, Wagub Jateng Taj Yasin Turun Tangan

 

AKURAT.CO Suasana haru menyelimuti kedatangan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, di kediaman Zuhdi, seorang guru madrasah diniyyah (madin) di Kabupaten Demak yang tengah menjadi sorotan publik.

Pria yang akrab disapa Gus Yasin ini hadir langsung untuk mendengar dan memberi dukungan, setelah Zuhdi dikenai denda sebesar Rp25 juta oleh orang tua murid akibat dugaan tindakan kekerasan dalam proses pembelajaran.

Peristiwa yang menjadi pemantik ini terjadi pada April 2025 lalu. Ketika itu, saat Mbah Zuhdi sedang mengajar, tiba-tiba pecinya terkena lemparan sandal dari arah luar kelas.

Merasa terpancing emosi, ia menampar seorang siswa yang disebut-sebut oleh teman-temannya sebagai pelaku pelemparan. Ia mengaku tindakan itu dilakukan bukan untuk melukai, tetapi sebagai bentuk teguran.

"Saya akui saya menampar. Tapi bukan untuk menyakiti. Itu spontan, bentuk teguran karena saat itu saya sedang menjelaskan pelajaran," ungkapnya kepada Wagub.

Permintaan maaf pun telah disampaikan kepada orang tua siswa. Namun yang mengejutkan, tiga bulan kemudian, lima orang yang mengaku dari LSM datang menemuinya dan mengklaim mewakili orang tua murid.

Mereka menyampaikan bahwa laporan sudah masuk ke pihak kepolisian dan menuntut penyelesaian damai dengan nominal fantastis: Rp25 juta. Setelah negosiasi alot, angka itu akhirnya turun menjadi Rp12,5 juta.

Baca Juga: Jiwa Besar Kyai Zuhdi: Tolak Pengembalian Uang Denda, Minta Anak Pelapor Tetap Mengaji

Meski begitu, angka tersebut tetap berat bagi Zuhdi yang selama ini hanya menerima gaji Rp450 ribu setiap empat bulan. Ia pun terpaksa menggalang bantuan dari rekan-rekannya.

Gus Yasin, usai mendengarkan langsung cerita tersebut, menyampaikan keprihatinan mendalam. Ia menegaskan bahwa peristiwa ini bukan sekadar konflik antara guru dan murid, tetapi juga cerminan dari kondisi pendidikan kita hari ini.

"Guru memang bukan malaikat, tapi tugasnya membimbing. Kalau setiap teguran didorong ke ranah hukum, siapa yang berani mendidik dengan tegas? Akhirnya, yang dirugikan adalah anak itu sendiri," ujarnya.

Lebih jauh, ia juga menyoroti peran penting orang tua dalam pendidikan karakter anak. Menurutnya, pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga rumah.

"Parenting itu kerja sama. Bukan saling menyalahkan. Kalau sekolah dianggap tempat anak dititipkan sepenuhnya tanpa didukung dari rumah, karakter anak akan timpang," tambahnya.

Menjawab fenomena serupa, Gus Yasin menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan memperkuat program "Kecamatan Berdaya" dan menggencarkan edukasi hukum ke level desa dan kecamatan.

Upaya ini termasuk kolaborasi dengan LBH dan pelibatan paralegal agar masyarakat paham haknya dan tak mudah ditekan oleh pihak-pihak yang memanfaatkan celah hukum.

Baca Juga: Guru Madin di Demak Diminta Rp 25 Juta Usai Tampar Murid, Ini Kronologinya

"Kadang kita lupa, mendatangi orang bukan hanya soal bantuan materi, tapi juga membawakan semangat edukasi. Agar masyarakat paham bahwa ada jalur hukum yang adil, bukan intimidatif," tegasnya.

Di akhir pertemuan, Mbah Zuhdi pun menyampaikan rasa syukurnya bisa berdialog langsung dengan Wagub.

"Alhamdulillah, bertemu Gus Yasin. Beliau menyampaikan akan mendampingi dan beri perlindungan. Selain itu akan berkoordinasi agar hukumnya bisa berjalan supaya guru seperti kami tidak takut ketika mengajar," ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.