Akurat
Pemprov Sumsel

Cara Menggunakan Action Figure Google Gemini AI Miniatur agar tidak Bertentangan dengan Syariat Islam

Fajar Rizky Ramadhan | 10 September 2025, 13:15 WIB
Cara Menggunakan Action Figure Google Gemini AI Miniatur agar tidak Bertentangan dengan Syariat Islam

AKURAT.CO Dalam kehidupan modern, teknologi dan kreativitas manusia melahirkan berbagai bentuk karya seni, salah satunya miniatur atau action figure.

Kehadiran action figure dengan tema kecerdasan buatan, seperti Google Gemini AI miniatur, menjadi salah satu tren baru yang diminati banyak orang, baik sebagai koleksi maupun sebagai media edukasi.

Namun bagi seorang Muslim, pertanyaan penting yang muncul adalah bagaimana cara menggunakan action figure ini agar tidak bertentangan dengan syariat Islam.

Islam sebagai agama yang komprehensif memberikan panduan dalam setiap aspek kehidupan. Dalam hal karya seni rupa tiga dimensi, ulama memiliki pandangan yang beragam.

Sebagian berpendapat bahwa membuat dan menyimpan patung makhluk hidup sangat dilarang, dengan merujuk pada hadis Nabi Muhammad saw. yang menegaskan bahwa para malaikat tidak akan memasuki rumah yang terdapat gambar atau patung. Hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Muslim.

Baca Juga: Apa Agama Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Pengganti Sri Mulyani?

Namun, ulama lain seperti dari kalangan kontemporer menilai bahwa konteks larangan tersebut lebih kepada praktik penyembahan berhala yang menjadi tradisi jahiliyah, bukan sekadar karya seni atau miniatur yang digunakan untuk hal-hal bermanfaat.

Oleh karena itu, penggunaan action figure Google Gemini AI miniatur dapat dikategorikan sesuai tujuan dan manfaatnya.

Jika dijadikan sebagai media edukasi, alat peraga pembelajaran, atau sarana apresiasi teknologi tanpa ada niat memuliakan ataupun menjadikannya objek sesembahan, maka hal ini bisa ditoleransi.

Sebaliknya, jika penggunaannya cenderung pada perilaku yang mengarah pada tasyabbuh (menyerupai perbuatan kaum musyrik) atau mengandung unsur penghinaan terhadap akidah, maka menjadi terlarang.

Cara aman menggunakan action figure ini agar tidak bertentangan dengan syariat Islam adalah dengan menempatkannya pada fungsi edukatif.

Misalnya, miniatur tersebut dijadikan sarana menjelaskan perkembangan teknologi kecerdasan buatan di kelas, media perbandingan dalam diskusi tentang interaksi manusia dan mesin, atau sekadar koleksi yang tidak dipajang berlebihan hingga mengundang perhatian sebagai simbol kemegahan.

Dengan demikian, action figure tersebut tidak diposisikan sebagai sesuatu yang memiliki nilai sakral, melainkan sekadar karya seni dan pengetahuan.

Selain itu, penting untuk menjaga niat. Niat seorang Muslim dalam memiliki atau menggunakan action figure harus senantiasa diarahkan untuk hal-hal yang positif.

Prinsip umum dalam Islam adalah segala sesuatu hukumnya boleh kecuali ada dalil yang jelas mengharamkannya.

Maka, selama penggunaan miniatur ini tidak menjurus pada hal-hal yang diharamkan, umat Islam dapat bersikap moderat dengan tetap menjaga akidah dan adab.

Baca Juga: 50 Ucapan Ulang Tahun dalam Islam, Penuh Makna dan Islami

Pada akhirnya, keseimbangan antara menghargai perkembangan teknologi modern dengan tetap berpegang pada prinsip syariat adalah kunci.

Action figure Google Gemini AI miniatur dapat menjadi simbol kemajuan ilmu pengetahuan, namun seorang Muslim tetap harus menempatkannya dalam bingkai tauhid yang lurus, sehingga teknologi yang dihasilkan manusia tidak menggeser posisi Allah sebagai Sang Pencipta dan Penguasa segala ilmu.

Wallahu A'lam.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.