Skandal Korupsi Haji Seret 400 Travel, KPK: Penyidikan Jadi Lebih Lama

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap skandal dugaan korupsi dalam penentuan kuota dan penyelenggaraan haji di Kementerian Agama menyeret sedikitnya 400 biro perjalanan. Jumlah yang besar ini membuat penyidikan berlangsung lebih lama.
“Itu kan hampir 400 travel yang membuat ini (penyidikan) juga agak lama. Orang menjadi tidak sabaran, kenapa enggak cepat diumumkan (tersangka). Kami harus betul-betul firm dan ini beda-beda. Masing-masing travel itu beda-beda menjual kuotanya,” ujar Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, Senin (22/9/2025).
Asep menegaskan, pihaknya masih menelusuri aliran uang dalam kasus ini. Proses tersebut memakan waktu karena harus dipastikan siapa saja penerima dana dan di mana uang berhenti.
Baca Juga: Korban Kuota Haji
“Kami tidak ingin gegabah dalam hal ini, karena mau melihat kepada siapa saja uang kemudian berpindah dan berhentinya di siapa. Sebab, kami yakin, benar ada juru simpannya. Artinya, berkumpul di situ,” jelasnya.
Di tengah penyelidikan kasus ini, Indonesia mendapatkan tambahan 20 ribu kuota haji setelah Presiden Joko Widodo bertemu dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Mohammed bin Salman, pada 2023.
Namun, alokasi kuota yang semestinya 18.400 untuk jemaah reguler dan 1.600 untuk haji khusus, justru dibagi rata 10 ribu untuk reguler dan 10 ribu untuk khusus. Hal itu tertuang dalam SK Menteri Agama Nomor 130 Tahun 2024 yang ditandatangani Yaqut Cholil Qoumas.
KPK sudah menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik), namun belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Berdasarkan perhitungan sementara internal KPK, kerugian negara akibat kasus ini mencapai Rp1 triliun, meski angka resmi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) belum keluar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








