5 Poin Penting Pidato Presiden Prabowo di Sidang PBB yang Relevan dengan Nilai-nilai Islam

AKURAT.CO Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pidato berjudul “Seruan Indonesia untuk Harapan” dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-80 di New York, Selasa (23/9/2025).
Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung isu kemanusiaan, perdamaian dunia, hingga komitmen Indonesia terhadap Palestina. Jika ditinjau lebih jauh, banyak bagian dari pidato tersebut sejalan dengan prinsip-prinsip ajaran Islam.
Berikut lima poin penting pidato Presiden Prabowo yang relevan dengan nilai Islam:
-
Tidak tinggal diam terhadap penindasan
Prabowo menolak sikap pasif dunia terhadap genosida di Gaza. Dalam Islam, membela yang tertindas adalah perintah tegas. Allah berfirman: “Dan mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita maupun anak-anak…” (QS. An-Nisa: 75). Prinsip ini menekankan solidaritas terhadap mereka yang dizalimi. -
Komitmen mengirim pasukan perdamaian
Indonesia siap mengirim hingga 20 ribu pasukan penjaga perdamaian. Sikap ini selaras dengan nilai Islam tentang ishlah (perdamaian). Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah suatu amal yang lebih utama setelah ibadah kepada Allah daripada mendamaikan manusia.” (HR. Abu Dawud). -
Ketahanan pangan dan berbagi hasil bumi
Prabowo menyebut Indonesia siap mengekspor beras, termasuk untuk Palestina. Dalam Islam, berbagi pangan merupakan amal yang sangat dianjurkan. QS. Al-Insan: 8 menyebut: “Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan.” -
Kecaman terhadap kekerasan sipil
Prabowo menegaskan bahwa kekerasan terhadap warga sipil tak berdosa tidak bisa dibenarkan. Hal ini sejalan dengan larangan Islam membunuh orang yang tidak ikut berperang. Nabi SAW menegaskan: “Janganlah kalian membunuh wanita, anak-anak, orang tua, dan jangan merusak tempat ibadah.” (HR. Ahmad). -
Dukungan solusi dua negara
Prabowo menegaskan pentingnya solusi dua negara untuk Palestina dan Israel. Islam menekankan pentingnya rekonsiliasi dan hidup berdampingan. Allah berfirman: “Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakallah kepada Allah.” (QS. Al-Anfal: 61).
Pidato Prabowo bukan hanya seruan diplomatik, tetapi juga dapat dibaca sebagai cerminan nilai Islam: keadilan, solidaritas, perdamaian, dan tanggung jawab global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









