Arab Saudi Pangkas Masa Berlaku Visa Umrah dari 3 Bulan Jadi 30 Hari

AKURAT.CO Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi resmi mempersingkat masa berlaku visa umrah dari tiga bulan menjadi satu bulan. Kebijakan ini akan mulai diberlakukan pekan depan, sebagaimana dilaporkan Al Arabiya pada Sabtu (1/11/2025).
Berdasarkan peraturan baru tersebut, visa umrah akan otomatis dibatalkan jika jemaah belum memasuki Arab Saudi dalam waktu 30 hari sejak tanggal penerbitan. Meski demikian, jangka waktu tinggal jemaah di Arab Saudi tidak berubah dan tetap berlaku selama tiga bulan sejak kedatangan.
Menurut Ahmed Bajaeifer, penasihat Komite Nasional Umrah dan Kunjungan, langkah ini merupakan bagian dari persiapan menghadapi lonjakan jemaah umrah setelah berakhirnya musim panas dan turunnya suhu di Mekkah serta Madinah.
Baca Juga: 9.000 Calon Jemaah Haji Jawa Barat Tertunda Berangkat akibat Penyesuaian Kuota Nasional
“Langkah ini bertujuan untuk mencegah kepadatan dan memperlancar kedatangan jemaah haji,” kata Bajaeifer kepada Al Arabiya.
Dikutip dari The Economic Times, ia juga menambahkan bahwa kebijakan ini membantu otoritas mengelola arus kedatangan yang meningkat signifikan menjelang musim dingin.
Saudi Gazette melaporkan bahwa sejak musim umrah dimulai pada awal Juni 2025, lebih dari empat juta visa umrah telah diterbitkan bagi jemaah internasional. Angka tersebut menandai rekor baru hanya dalam waktu lima bulan, dan jumlahnya diperkirakan terus bertambah sampai akhir tahun.
Selain pembaruan masa berlaku visa, Kementerian Haji dan Umrah juga memastikan bahwa seluruh jenis visa kini dapat digunakan untuk melaksanakan umrah. Termasuk di dalamnya visa pribadi, kunjungan keluarga, turis elektronik, transit, hingga visa kerja.
Baca Juga: Sabrina Gugat Cerai Deddy Corbuzier, Ini Hukum Gugat Cerai dalam Islam
Kebijakan ini, sebagaimana diberitakan Saudi Press Agency, sejalan dengan Visi 2030 Arab Saudi untuk memperluas akses perjalanan ibadah dan meningkatkan kemudahan bagi umat Muslim di seluruh dunia.
Kementerian Haji dan Umrah turut mendorong penggunaan platform Nusuk Umrah yang memungkinkan calon jemaah memesan paket perjalanan, memperoleh izin secara elektronik, serta memilih waktu ibadah dengan lebih fleksibel.
Inovasi digital ini menjadi bagian dari transformasi sistem ibadah di Arab Saudi menuju layanan yang lebih cepat, efisien, dan ramah pengguna.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









