Ditjen Haji dan Umrah Kemenag Resmi Dibubarkan, Bagaimana Pegawai dan Asetnya?

AKURAT.CO Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafii mengonfirmasi bahwa Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kementerian Agama resmi dibubarkan.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari terbitnya Peraturan Presiden tentang Pembentukan Kementerian Haji dan Umrah, yang kini mengambil alih seluruh urusan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah di Indonesia.
“Dengan keluarnya Perpres Pembentukan Kementerian Haji dan Umrah, maka Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah di Kementerian Agama secara resmi dibubarkan,” ujar Wamenag Romo Syafii saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Baca Juga: Kuota Haji Kabupaten Bogor 2026 Turun Drastis, Akibat Aturan Baru Kemenhaj?
Menurutnya, seluruh pegawai Ditjen PHU akan diupayakan untuk dialihkan ke Kementerian Haji dan Umrah, meski kemungkinan tidak semua akan ikut bergabung. Aset-aset yang berkaitan dengan penyelenggaraan haji pun akan diserahkan sepenuhnya kepada kementerian baru tersebut.
“Personelnya semaksimal mungkin akan dibawa ke Kementerian Haji, meski mungkin tidak semuanya. Sementara seluruh aset yang terkait pelaksanaan ibadah haji tidak lagi boleh digunakan oleh Kementerian Agama, kecuali dalam proses pengalihan,” jelasnya.
Dengan kebijakan ini, Kemenag secara resmi tidak lagi mengurusi hal-hal teknis yang berhubungan dengan ibadah haji. Kementerian baru tersebut akan menangani seluruh aspek penyelenggaraan, mulai dari penetapan syarikah, pengelolaan kuota, hingga biaya perjalanan haji (BPIH).
Transformasi kelembagaan ini merupakan hasil perubahan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Sebelumnya, tanggung jawab pelaksanaan haji sempat dialihkan ke Badan Penyelenggara Haji (BP Haji), sebelum akhirnya ditingkatkan statusnya menjadi kementerian penuh.
Baca Juga: MUI Jatim Nilai Aksi Gus Elham Cium Anak Perempuan Haram dan Tak Wajar
Presiden Prabowo Subianto telah melantik Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) sebagai Menteri Haji dan Umrah serta Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Wakil Menteri pada 8 September 2025. Sejak saat itu, Kementerian Haji mulai menyusun rencana operasional, termasuk penetapan biaya haji dan evaluasi sistem pelayanan jemaah menuju musim haji 2026.
Pemerintah menegaskan bahwa pembentukan Kementerian Haji dan Umrah bertujuan memperkuat tata kelola ibadah haji agar lebih efisien, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan bagi jemaah. Seluruh kebijakan baru akan berfokus pada digitalisasi layanan dan peningkatan profesionalisme SDM di sektor perhajian nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









