Rapat Syuriah PBNU Minta Yahya Cholil Staquf Mundur: Ada Indikasi Tata Kelola Keuangan PBNU Melanggar Syariat

AKURAT.CO Risalah Rapat Harian Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang beredar pada Jumat (21/11/2025) memuat keputusan penting terkait posisi Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf. Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar bersama dua Wakil Rais Aam meminta Gus Yahya mundur dalam waktu tiga hari sejak keputusan diterima.
Rapat berlangsung pada Kamis (20/11) di Hotel Aston City Jakarta dengan dihadiri 37 dari 53 pengurus. Risalah ditandatangani langsung KH Miftachul Akhyar.
Dalam dokumen tersebut tercantum pernyataan, “KH Yahya Cholil Staquf harus mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dalam waktu 3 (tiga) hari terhitung sejak diterimanya keputusan Rapat Harian Syuriyah PBNU.”
Dokumen itu juga menegaskan, “Jika dalam waktu 3 (tiga) hari tidak mengundurkan diri, Rapat Harian Syuriyah PBNU memutuskan memberhentikan KH. Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.”
Baca Juga: Pakai Sarung, GMNI ‘Nyantri’ ke Gus Yahya di Kantor PBNU
Salah satu dasar keputusan itu adalah penilaian rapat terhadap tata kelola keuangan PBNU. Dalam risalah disebutkan adanya indikasi pelanggaran syariat, aturan perundang-undangan, dan pasal 97–99 Anggaran Rumah Tangga NU. Temuan tersebut dinilai dapat membahayakan eksistensi badan hukum perkumpulan NU.
Selain itu, rapat juga menyoroti kegiatan Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN NU) yang menghadirkan narasumber yang dikaitkan dengan jaringan Zionisme Internasional. Langkah tersebut dianggap bertentangan dengan nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah dan dinilai mencemarkan nama baik organisasi, terutama di tengah kecaman global terhadap Israel.
Berdasarkan berbagai pertimbangan tersebut, Rapat Harian Syuriah menyerahkan keputusan final kepada Rais Aam dan dua wakilnya, yang kemudian menetapkan permintaan pengunduran diri Gus Yahya.
Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) merespons perkembangan itu dengan imbauan agar seluruh pengurus dan warga NU tidak panik. “Ini dinamika organisasi yang sedang berjalan. Saya minta semua pengurus dan warga NU tetap tenang, tidak terbawa arus berita yang menyesatkan, dan tidak memperbesar kesalahpahaman,” ujarnya.
Ia meminta seluruh pengurus NU untuk menjaga suasana tetap teduh serta mengikuti perkembangan hanya melalui pernyataan resmi jajaran Syuriah. “Kita serahkan sepenuhnya kepada Rais Aam dan para wakilnya. Insyaallah semua akan diselesaikan dengan baik, proporsional, dan sesuai adab organisasi,” kata Gus Ipul.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









