Diminta Mundur dari Jabatan Ketum, Yahya Cholil Staquf Lawan Syuriah PBNU!

AKURAT.CO Ketegangan internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memuncak setelah Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menolak permintaan mundur yang disampaikan melalui Risalah Rapat Harian Syuriyah PBNU bertanggal 20 November 2025. Dokumen tersebut diketahui ditandatangani Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.
Sikap tegas itu disampaikan Gus Yahya usai menghadiri Rapat Koordinasi Ketua PWNU se-Indonesia di Surabaya, Sabtu malam. Rapat berlangsung tertutup sejak pukul 19.33 WIB hingga melewati tengah malam.
Ia menegaskan bahwa rapat harian syuriyah tidak memiliki dasar konstitusional untuk memberhentikan Ketua Umum PBNU. Menurutnya, kewenangan tersebut tidak diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PBNU.
Baca Juga: Dulu Jadi Duet Maut, Kini Kiai Miftachul Akhyar Minta Gus Yahya Mundur dari PBNU
“Bahwa kalau dikatakan kemarin itu sebagai keputusan rapat syuriyah, rapat harian syuriyah yang punya konsekuensi akan memundurkan ketua umum, maka saya tandaskan bahwa rapat harian syuriyah menurut konstitusi AD ART tidak berwenang untuk memberhentikan ketua umum,” ujar Gus Yahya, Minggu dini hari (23/11/2025).
Ia menambahkan bahwa bahkan jabatan fungsionaris di bawah ketua umum saja tidak bisa diberhentikan melalui forum rapat harian syuriyah. Gus Yahya menyebut kewenangan forum tersebut lebih terbatas dan tidak mencakup pergantian pejabat struktural.
“Memberhentikan fungsionaris yang lain saja tidak. Memberhentikan misalnya salah seorang wakil sekjen itu rapat harian syuriyah tidak bisa. Memberhentikan misalnya ketua lembaga rapat harian syuriyah tidak bisa, apalagi ketua umum,” tegasnya.
Oleh sebab itu, ia menyatakan bahwa keputusan rapat harian syuriyah yang meminta dirinya mundur tidak memiliki kekuatan hukum organisasi.
“Maka kalau kemudian rapat harian syuriyah ini menyatakan atau membuat satu implikasi untuk memberhentikan ketua umum maka itu tidak sah,” katanya.
Baca Juga: Rapat Syuriah PBNU Minta Gus Yahya Mundur, Diduga karena Mencemarkan Nama Baik NU
Isu pemakzulan terhadap Gus Yahya mulai merebak ketika dokumen risalah rapat Syuriyah PBNU beredar luas. Meski demikian, ia memilih menegaskan posisi hukumnya sambil melanjutkan konsolidasi internal bersama PWNU se-Indonesia.
Sementara itu, sejumlah pihak di internal NU mengimbau agar suasana tetap kondusif di tengah memanasnya dinamika organisasi. Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi lanjutan dari pihak Syuriyah terkait respons atas penolakan Gus Yahya tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









