Akurat
Pemprov Sumsel

Bacaan Takbiran Idul Fitri dalam Bahasa Arab, Latin, dan Artinya

Lufaefi | 20 Maret 2026, 08:15 WIB
Bacaan Takbiran Idul Fitri dalam Bahasa Arab, Latin, dan Artinya
Bacaan Takbiran Idul Fitri 1447 H (istimewa)

AKURAT.CO Umat Islam akan merayakan Idul Fitri 1446 Hijriah. Salah satu amalan sunnah yang dianjurkan pada malam dan hari raya adalah memperbanyak membaca takbir sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.

Anjuran tersebut merujuk pada firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:

وَلِتُكۡمِلُواْ ٱلۡعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمۡ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ

Artinya, “Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah [2]: 185).

Takbiran Idul Fitri dimulai sejak masuk malam 1 Syawal hingga imam melaksanakan takbiratul ihram pada shalat Id bagi yang berjamaah, atau hingga seseorang memulai shalat Id bagi yang tidak berjamaah. Sebagian ulama berpendapat, takbir dapat terus dikumandangkan hingga waktu pelaksanaan shalat Id.

Secara umum, bacaan takbir Idul Fitri terbagi menjadi dua, yakni takbir muqayyad dan takbir mursal. Takbir muqayyad dibaca setiap selesai shalat, baik fardhu maupun sunnah. Sementara takbir mursal dapat dibaca kapan saja sepanjang waktu yang dianjurkan.

Baca Juga: Sholat Idul Fitri Terlambat Datang? Begini Cara Menambah Rakaat yang Sesuai Syariat Islam

Berikut lafal takbir yang dibaca tiga kali sebagaimana keterangan Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab:

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ

Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar.

Artinya, “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.”

Selain itu, umat Islam juga dianjurkan menambahkan dzikir sebagaimana riwayat Imam Muslim tentang dzikir-takbir Rasulullah SAW di Bukit Shafa:

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الِلّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الاَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ

Allāhu akbar kabīrā, walhamdu lillāhi katsīrā, wa subhānallāhi bukratan wa ashīlā, lā ilāha illallāhu wa lā na‘budu illā iyyāhu mukhlishīna lahud dīna wa law karihal kāfirūn, lā ilāha illallāhu wahdah, shadaqa wa‘dah, wa nashara ‘abdah, wa hazamal ahzāba wahdah, lā ilāha illallāhu wallāhu akbar.

Artinya, “Allah Maha Besar. Segala puji yang banyak bagi Allah. Maha suci Allah pagi dan sore. Tiada tuhan selain Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya dengan memurnikan agama bagi-Nya meskipun orang kafir membencinya. Tiada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, yang menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan menghancurkan pasukan musuh sendirian. Tiada tuhan selain Allah. Allah Maha Besar.”

Adapun lafal takbir yang umum dibaca masyarakat juga diperbolehkan dan dinilai baik untuk diamalkan:

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamdu.

Baca Juga: MUI: Penetapan Idulfitri Selain oleh Pemerintah Hukumnya Haram

Artinya, “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada tuhan selain Allah. Allah Maha Besar. Segala puji bagi-Nya.”

Dengan memperbanyak takbir, umat Islam diharapkan dapat mengagungkan Allah SWT atas nikmat dan petunjuk yang diberikan, sekaligus menumbuhkan rasa syukur dalam menyambut hari kemenangan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi