Akurat Logo

Ke Mana Barang Jemaah Haji yang Disita? Maskapai Jelaskan Nasibnya

Lufaefi | 3 Juni 2026, 10:00 WIB
Ke Mana Barang Jemaah Haji yang Disita? Maskapai Jelaskan Nasibnya
Jemaah haji Indonesia di Tanah Suci Makah (Akurat.co)

AKURAT.CO Menjelang fase pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air, maskapai penerbangan kembali mengingatkan pentingnya mematuhi aturan bagasi.

Sejumlah barang bawaan jemaah yang ditemukan melanggar ketentuan penerbangan terpaksa disita atau dikeluarkan dari koper demi menjaga keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan.

Maskapai Garuda Indonesia memastikan bahwa setiap barang yang disita akan ditangani sesuai dengan jenis dan karakteristiknya.

Barang-barang yang tidak berbahaya dan hanya menyebabkan kelebihan kapasitas bagasi masih memiliki peluang untuk dikembalikan kepada pemiliknya melalui mekanisme yang telah diatur. Namun, perlakuan berbeda berlaku untuk air zamzam yang ditemukan di dalam koper.

Aviation Security Garuda Indonesia, Norman Fajar, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari penerapan standar keselamatan penerbangan yang harus dipatuhi seluruh jemaah.

Menurut Norman, maskapai telah menetapkan batas maksimal berat koper bagasi sebesar 32 kilogram, sedangkan koper kabin hanya diperbolehkan memiliki berat maksimal 7 kilogram. Jika saat pemeriksaan ditemukan koper melebihi batas tersebut, sebagian isi koper harus dikeluarkan sebelum diberangkatkan.

Barang-barang seperti pakaian, suvenir, makanan kemasan, maupun mainan anak yang dikeluarkan karena kelebihan kapasitas akan dikumpulkan oleh petugas dan diserahkan kepada tim Perlindungan Jemaah (Linjam) Kementerian Haji dan Umrah serta Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Daerah Kerja Makkah.

Baca Juga: Hilman Latief Bantah Terima Dana Korupsi Haji, KPK Klaim Temukan Fakta Lain

Selanjutnya, barang-barang tersebut akan diproses lebih lanjut dan dapat dikembalikan kepada pemiliknya apabila kondisi dan prosedurnya memungkinkan. Kebijakan ini dilakukan agar hak jemaah tetap diperhatikan tanpa mengabaikan aturan penerbangan yang berlaku.

Sementara itu, air zamzam yang ditemukan di dalam koper mendapatkan perlakuan berbeda. Berdasarkan ketentuan yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi, seluruh air zamzam yang dimasukkan ke dalam bagasi akan langsung disita dan dimusnahkan.

Norman mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih ada sebagian jemaah yang mencoba membawa zamzam dengan berbagai cara.

Beberapa di antaranya memasukkan air zamzam ke dalam botol-botol kecil yang kemudian dibungkus rapat menggunakan lakban berlapis agar tidak terdeteksi petugas.

Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena teknologi pemindai yang digunakan di bandara mampu mendeteksi cairan yang tersimpan di dalam koper.

Ia mengingatkan bahwa tindakan menyembunyikan air zamzam dalam bagasi hanya akan berujung pada penyitaan dan pemusnahan barang tersebut.

Selain itu, proses pemeriksaan juga menjadi lebih lama karena petugas harus membuka dan memeriksa isi koper secara menyeluruh.

Karena itu, jemaah diimbau untuk tidak mencoba mengakali pemeriksaan bagasi dan mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku selama proses pemulangan.

Kepatuhan terhadap aturan bagasi tidak hanya mempermudah perjalanan, tetapi juga membantu menjaga keselamatan seluruh penumpang dan kru penerbangan.

Baca Juga: KPK Telusuri Mekanisme Kuota Haji di Maktour, Empat Staf Diperiksa dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp622 Miliar

Selain persoalan berat bagasi, maskapai juga mengingatkan jemaah agar tidak membawa barang-barang yang termasuk dalam kategori terlarang atau berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan proses kepulangan jemaah haji Indonesia berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga tiba kembali di daerah asal masing-masing.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi