Akurat Logo

Dahnil Minta Pemda Hentikan Seremoni Berlebihan, Jemaah Haji Diminta Segera Dipulangkan ke Rumah

Lufaefi | 4 Juni 2026, 08:20 WIB
Dahnil Minta Pemda Hentikan Seremoni Berlebihan, Jemaah Haji Diminta Segera Dipulangkan ke Rumah
Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak (MCH)

AKURAT.CO Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak meminta pemerintah daerah tidak menggelar seremoni penyambutan yang berlebihan bagi jemaah haji yang baru tiba dari Tanah Suci. Menurutnya, jemaah membutuhkan waktu istirahat setelah menjalani perjalanan panjang dan rangkaian ibadah yang menguras tenaga.

Permintaan tersebut disampaikan Dahnil menjelang fase pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi yang berlangsung secara bertahap hingga akhir Juni 2026.

Menurut Dahnil, penyelenggaraan penyambutan yang terlalu lama justru dapat menambah kelelahan jemaah yang baru menempuh perjalanan udara berjam-jam dari Arab Saudi menuju Indonesia.

Baca Juga: Dadan Hindayana Dicurigai Pergi Haji dengan Uang Negara Badan Gizi Nasional

"Jemaah haji itu sudah sangat lelah. Mereka baru selesai menjalankan ibadah yang berat secara fisik dan mental. Karena itu saya berharap pemerintah daerah tidak membuat seremoni yang berlebihan dan terlalu panjang," kata Dahnil.

Ia menjelaskan bahwa fokus utama setelah jemaah tiba di Tanah Air adalah memastikan proses debarkasi berjalan lancar serta jemaah dapat segera kembali berkumpul bersama keluarga di rumah masing-masing.

Menurut Dahnil, bentuk penghormatan terbaik kepada jemaah bukan melalui acara seremonial yang panjang, melainkan dengan memberikan kemudahan, kenyamanan, dan pelayanan yang cepat selama proses kepulangan.

"Biarkan mereka cepat pulang ke rumah, bertemu keluarga, beristirahat, dan memulihkan kondisi setelah menjalankan ibadah haji," ujarnya.

Dahnil mengatakan pemerintah telah berupaya mempercepat proses pemulangan jemaah sejak dari Arab Saudi hingga tiba di daerah asal. Karena itu, ia berharap tidak ada hambatan tambahan yang dapat memperpanjang waktu perjalanan jemaah setelah mendarat di Indonesia.

Selain itu, ia juga meminta seluruh panitia daerah, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, serta pihak terkait untuk memprioritaskan aspek pelayanan dan kesehatan jemaah selama masa pemulangan.

Menurutnya, sebagian besar jemaah haji Indonesia tahun ini berasal dari kelompok lanjut usia yang membutuhkan perhatian khusus setelah menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Baca Juga: Dadan Hindayana Disuruh Pulang Haji Lebih Awal, Kemudian Dicopot dari Jabatan Kepala BGN

Dahnil menegaskan bahwa fase pemulangan merupakan bagian penting dari penyelenggaraan ibadah haji yang harus mendapatkan perhatian sama besar dengan fase keberangkatan maupun puncak pelaksanaan haji.

"Puncak haji memang sudah selesai, tetapi pelayanan kepada jemaah belum selesai. Fase pemulangan juga sangat penting karena menyangkut kenyamanan dan keselamatan jemaah hingga kembali ke rumah masing-masing," katanya.

Kementerian Haji dan Umrah bersama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan proses pemulangan jemaah berlangsung aman, tertib, dan tepat waktu.

Hingga awal Juni 2026, pemulangan jemaah haji Indonesia telah dimulai secara bertahap dari Arab Saudi menuju sejumlah embarkasi di Indonesia. Pemerintah menargetkan seluruh jemaah dapat kembali ke daerah asal masing-masing sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi