Akurat Logo

Jemaah Haji Diminta Waspadai Tujuh Gejala Penyakit Setelah Tiba di Tanah Air

Lufaefi | 5 Juni 2026, 07:10 WIB
Jemaah Haji Diminta Waspadai Tujuh Gejala Penyakit Setelah Tiba di Tanah Air
Jemaah Haji Thawaf di Masjidil Haram (ANTARA)

AKURAT.CO Kepulangan jemaah haji ke Tanah Air tidak menandai berakhirnya perhatian terhadap kesehatan. Setelah menjalani perjalanan panjang dan berkumpul bersama jutaan umat Islam dari berbagai negara di dunia, para jemaah tetap perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya penyakit menular yang memiliki masa inkubasi beberapa hari hingga beberapa minggu.

Karena itu, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Makassar mengingatkan seluruh jemaah haji untuk terus memantau kondisi kesehatannya selama 21 hari setelah tiba di Indonesia.

Edukasi tersebut diberikan kepada jemaah Kloter 4 Debarkasi Makassar saat tiba di Asrama Haji Makassar sebagai bagian dari upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit menular pascaibadah haji.

Petugas BBKK Makassar, dr. Muhammad Haskar Hasan, menjelaskan bahwa masa 21 hari setelah kepulangan merupakan periode penting yang harus diperhatikan oleh seluruh jemaah. Pada masa tersebut, sejumlah penyakit menular dapat mulai menunjukkan gejala sehingga pemantauan kesehatan menjadi sangat diperlukan.

Baca Juga: Dipastikan Sehat Maksimal, Jemaah Haji Sumsel yang Tiba di Tanah Air Diharuskan Karantina Pribadi 21 Hari

"Setiap jemaah haji wajib memantau kondisi kesehatannya selama 21 hari setelah tiba di Indonesia," jelasnya dalam penyuluhan kesehatan di Aula Arafah Asrama Haji Makassar.

Dalam kesempatan tersebut, BBKK Makassar juga menjelaskan fungsi penting Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jemaah Haji (K3JH). Kartu tersebut bukan sekadar dokumen administrasi, melainkan instrumen pemantauan kesehatan yang dapat membantu petugas mendeteksi lebih dini kemungkinan penyakit yang dibawa dari luar negeri.

Jemaah diminta membawa K3JH ketika berobat ke puskesmas atau fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan kesehatan tertentu. Dengan adanya kartu tersebut, tenaga kesehatan dapat lebih cepat melakukan identifikasi serta penanganan yang sesuai.

BBKK Makassar mengingatkan adanya tujuh gejala utama yang harus menjadi perhatian serius para jemaah. Ketujuh gejala tersebut meliputi demam, batuk, pilek, sesak napas, nyeri tenggorokan, mual dan muntah, serta diare. Apabila salah satu atau beberapa gejala tersebut muncul, jemaah dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Selain tujuh gejala utama tersebut, terdapat beberapa tanda lain yang juga perlu diwaspadai karena berpotensi menunjukkan adanya infeksi serius. Di antaranya adalah munculnya ruam atau lesi pada kulit serta kondisi kaku kuduk yang tidak boleh dianggap sepele.

"Kaku kuduk bukan sekadar pegal biasa. Jika disertai demam tinggi, sakit kepala hebat, muntah, penurunan kesadaran, atau ruam kemerahan di kulit, jemaah harus segera mendapat pertolongan medis," tegas dr. Haskar.

Peringatan tersebut penting mengingat gejala kaku kuduk dapat menjadi indikasi penyakit serius seperti meningitis atau infeksi lain yang memerlukan penanganan cepat. Oleh karena itu, keterlambatan dalam mendapatkan layanan kesehatan dapat meningkatkan risiko komplikasi yang lebih berat.

Baca Juga: Resmi! Saudi Rilis Jadwal Operasional Haji 2027

Selain memantau gejala penyakit, para jemaah juga diimbau untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat setelah kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat. Penggunaan masker saat mengalami batuk, menjaga kebersihan tangan, menjaga jarak aman ketika sakit, serta mengonsumsi makanan bergizi menjadi langkah sederhana yang dapat membantu mencegah penularan penyakit.

Kepulangan dari Tanah Suci memang menjadi momen yang penuh kebahagiaan. Namun, menjaga kesehatan setelah berhaji juga merupakan bagian dari tanggung jawab yang tidak kalah penting.

Dengan kewaspadaan yang baik, para jemaah dapat menjalani masa pemulihan dengan aman sekaligus melindungi keluarga dan lingkungan sekitar dari risiko penyakit menular.

Melalui edukasi kesehatan yang diberikan kepada jemaah Debarkasi Makassar, pemerintah berharap seluruh jemaah dapat kembali beraktivitas dengan kondisi fisik yang prima. Haji yang mabrur tentu akan semakin sempurna apabila diiringi dengan kesehatan yang terjaga serta kesadaran untuk menjaga keselamatan diri dan sesama.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi