Akurat Logo

Menhaj Pulang ke Indonesia, Evaluasi Haji 2026 Jangan Sekadar Formalitas!

Lufaefi | 8 Juni 2026, 06:24 WIB
Menhaj Pulang ke Indonesia, Evaluasi Haji 2026 Jangan Sekadar Formalitas!
Menteri Haji dan Umrah Gus Irfan Yusuf (Instagram)

AKURAT.CO Penyelenggaraan ibadah haji 2026 memasuki fase akhir. Sebagian besar jamaah telah menyelesaikan rangkaian ibadah di Tanah Suci, sementara pemerintah mulai bersiap melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan haji tahun ini.

Momentum evaluasi tersebut menjadi penting karena berbagai catatan, kritik, dan masukan muncul sepanjang operasional haji berlangsung.

Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, telah kembali ke Indonesia untuk menghadiri rapat kerja bersama DPR. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi forum terbuka untuk mengulas berbagai capaian maupun kekurangan penyelenggaraan haji 2026.

"Tanggal 10 sudah ada rapat kerja dengan DPR, sehingga saya harus pulang. Saya siapkan beberapa yang perlu disampaikan ke DPR," kata Gus Irfan, dikutip Minggu (7/6/2026).

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah telah mulai menginventarisasi berbagai persoalan yang muncul selama musim haji berlangsung. Langkah ini penting mengingat penyelenggaraan haji tahun 2026 merupakan salah satu musim haji pertama yang berada di bawah struktur baru Kementerian Haji dan Umrah.

Meski Menteri Haji telah kembali ke Tanah Air, operasional haji sesungguhnya belum berakhir. Ribuan jamaah masih berada di Arab Saudi dan sedang menjalani proses pemulangan secara bertahap. Karena itu, keberadaan petugas di lapangan tetap menjadi faktor yang sangat menentukan.

"Beberapa dirjen [direktur jenderal Kemenhaj] tetap kita tinggal untuk memantau bahwa kepulangannya berjalan lancar. Tetap kita tinggal di sini sebagian," katanya.

Baca Juga: Jumlah Kuota Dijadikan Alasan Indonesia Tak Juara Penyelenggaraan Haji, Padahal Pakistan Juara Berturut-turut

Keputusan mempertahankan sebagian pejabat dan petugas di Arab Saudi merupakan langkah yang tepat. Dalam banyak kasus, fase pemulangan justru menjadi salah satu tahapan paling krusial dalam penyelenggaraan haji. Kelelahan jamaah, persoalan bagasi, keterlambatan penerbangan, hingga kebutuhan layanan kesehatan sering kali muncul pada periode ini.

Karena itu, keberhasilan penyelenggaraan haji tidak hanya diukur dari suksesnya fase puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, tetapi juga dari bagaimana jamaah dapat kembali ke tanah air dengan aman, nyaman, dan tepat waktu.

Evaluasi yang akan dilakukan DPR bersama pemerintah seharusnya tidak berhenti pada laporan administratif. Publik berharap forum tersebut mampu mengidentifikasi berbagai persoalan yang benar-benar dirasakan jamaah di lapangan.

Beberapa isu yang banyak mendapat perhatian selama musim haji 2026 antara lain pelayanan pada fase Armuzna, kesiapan petugas, distribusi layanan bagi jamaah lansia, penguatan layanan kesehatan, koordinasi dengan syarikah, hingga tata kelola transportasi jamaah.

Dalam beberapa kesempatan pemerintah sendiri mengakui masih terdapat aspek yang harus diperbaiki. Pengakuan tersebut menunjukkan adanya kesadaran bahwa penyelenggaraan haji merupakan proses yang selalu membutuhkan penyempurnaan dari tahun ke tahun.

Karena itulah evaluasi harus dipandang sebagai instrumen perbaikan, bukan sekadar kewajiban administratif.

Gus Irfan juga memberikan pesan penting kepada seluruh petugas yang masih bertugas di Arab Saudi.

"Saya kira petugas walaupun puncak haji sudah terlewati, kami minta tetap seperti awal. Awal kita luar biasa, sangat disiplin, sangat antusias dengan kerjaannya."

Pesan tersebut memiliki makna yang mendalam. Tidak sedikit organisasi yang mengalami penurunan performa setelah melewati fase paling berat dari sebuah pekerjaan. Dalam konteks penyelenggaraan haji, semangat pelayanan justru harus dipertahankan hingga jamaah terakhir tiba di Indonesia.

"Saya harapkan walaupun sudah selesai, tanah air sudah memanggil, tetap pekerjaan harus kita tuntaskan sampai pada jemaah terakhir, kloter terakhir, penumpang terakhir berangkat ke tanah air," kata Gus Irfan.

Baca Juga: Bukan Baru Tahu, Aldi Taher Ternyata Sudah Bocorkan Kondisi Benjolan di Punggung Raffi Ahmad Sejak Sebelum Haji

Indonesia mengelola jumlah jamaah terbesar di dunia. Tantangan tersebut memang tidak ringan. Namun justru karena itulah kualitas manajemen, profesionalisme petugas, dan kemampuan melakukan evaluasi berkelanjutan menjadi kunci utama keberhasilan.

Haji 2026 mungkin telah memasuki fase penutup, tetapi pekerjaan besar sesungguhnya baru dimulai: memastikan bahwa setiap pelajaran dari tahun ini menjadi dasar perbaikan nyata bagi pelayanan jamaah haji Indonesia pada masa mendatang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi