Lima Tahun NU Dipimpin Gus Yahya, Cak Imin: Tak Ada Perubahan

AKURAT.CO Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menilai Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memerlukan kepemimpinan baru pada Muktamar ke-35 NU. Menurutnya, selama lima tahun terakhir belum terlihat perubahan signifikan di tubuh organisasi sehingga dibutuhkan figur yang lebih segar untuk memimpin NU ke depan.
Pernyataan tersebut disampaikan Cak Imin di Jakarta, Minggu (12/7), dua hari sebelum Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyatakan akan kembali maju sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar yang dijadwalkan berlangsung akhir Agustus 2026.
"Ya, pemimpin yang baru. Saat ini butuh pemimpin baru yang fresh karena yang lama sudah lima tahun enggak ada perubahan," kata Cak Imin.
Baca Juga: Ada yang Ngaku Direstui Prabowo untuk Maju Jadi Ketum PBNU, Gus Yahya Sebut Bohong
Meski menyampaikan kritik terhadap kepemimpinan PBNU saat ini, Cak Imin belum mengungkapkan tokoh yang akan didukung dalam pemilihan Ketua Umum PBNU. Saat ditanya mengenai sosok calon yang dinilai layak memimpin organisasi, ia hanya menjawab singkat, "Nanti."
Pernyataan tersebut melanjutkan kritik yang sebelumnya juga disampaikan Cak Imin terhadap kepengurusan PBNU. Pada Juni 2026, ia menilai kepengurusan periode sekarang mengalami kemunduran dibandingkan periode-periode sebelumnya dan membutuhkan pembenahan manajemen organisasi secara menyeluruh.
Di sisi lain, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf memastikan akan kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU untuk periode kedua pada Muktamar ke-35 NU.
Menurut Gus Yahya, keputusan itu diambil agar program-program strategis yang telah dirintis sejak awal kepemimpinannya dapat diselesaikan dan disempurnakan.
"Saya memang mencalonkan lagi karena ingin menyelesaikan agenda-agenda yang sejak awal sudah saya bangun. Sekarang saya lebih mengerti bagaimana menyempurnakan capaian-capaian yang sudah berhasil diperoleh," ujar Gus Yahya di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa (14/7).
Ia menjelaskan pengalaman memimpin selama satu periode membuatnya memahami kebutuhan organisasi secara lebih mendalam. Karena itu, berbagai program yang telah berjalan akan terus dikembangkan agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh seluruh warga Nahdlatul Ulama.
Baca Juga: Persiapan Muktamar NU Hampir Rampung, Gus Yahya: Tidak Ada Lagi yang Perlu Dikhawatirkan
Salah satu capaian yang diklaim telah diwujudkan selama kepemimpinannya ialah transformasi digital dalam tata kelola organisasi. Menurut Gus Yahya, sistem administrasi berbasis digital kini telah diterapkan tidak hanya di tingkat pusat dan wilayah, tetapi juga menjangkau pengurus cabang hingga sebagian Majelis Wakil Cabang (MWC).
Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Forum permusyawaratan tertinggi NU tersebut akan memilih Rais Aam dan Ketua Umum PBNU untuk masa khidmat berikutnya, sekaligus membahas berbagai agenda strategis organisasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026






