Disebut Gus Yahya Tidak Pernah Jadi Pengurus NU, Cak Imin: Saya Ini Rais Syuriah NU

AKURAT.CO Polemik menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) terus memanas. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) membantah pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) yang menyebut dirinya tidak pernah menjadi pengurus NU sehingga dinilai kurang memahami dinamika organisasi.
Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, Rabu (15/7/2026), Cak Imin menegaskan bahwa dirinya merupakan Rais Syuriah NU. Ia menyayangkan pernyataan Gus Yahya yang dinilainya tidak sesuai dengan fakta.
"Dia tidak tahu kalau saya ini Rais Syuriah NU. Saya mewakili rasa malu yang berkembang selama ini," tulis Cak Imin.
Pernyataan tersebut merupakan respons atas komentar Gus Yahya sehari sebelumnya yang menanggapi usulan Cak Imin agar PBNU dipimpin sosok baru yang lebih segar pada periode mendatang.
Baca Juga: Gus Ipul: Wacana Regenerasi Ketua Umum PBNU Baik Didiskusikan Jelang Muktamar
Dalam konferensi pers di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa (14/7/2026), Gus Yahya mengatakan setiap orang berhak menyampaikan pendapat. Namun, ia menilai Cak Imin kurang memahami perkembangan organisasi karena belum pernah menjadi pengurus NU di berbagai tingkatan.
"Silakan saja kalau Pak Muhaimin berpendapat begitu. Tapi saya kira itu bisa dicek kepada jajaran pengurus dan warga NU. Kalau Pak Imin mengatakan begitu, mungkin karena beliau kurang mengerti tentang NU, sebab seumur hidup belum pernah menjadi pengurus di semua tingkatan, bahkan pengurus ranting," ujar Gus Yahya.
Menurut Gus Yahya, berbagai perubahan mendasar telah dilakukan selama masa kepemimpinannya, mulai dari digitalisasi tata kelola organisasi, penguatan sistem administrasi, hingga pengembangan program ekonomi dan pemberdayaan warga. Karena tidak terlibat dalam struktur kepengurusan, kata dia, Cak Imin dinilai tidak mengetahui perkembangan tersebut.
Gus Yahya juga memastikan akan kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 NU. Ia beralasan masih ingin menuntaskan sejumlah program strategis yang telah dirintis selama periode kepemimpinannya.
Baca Juga: Gus Yahya Akan Maju Lagi Jadi Ketum PBNU: Saya Sekarang Lebih Ngerti Menyempurnakan Program
Polemik antara Gus Yahya dan Cak Imin menjadi salah satu dinamika yang mewarnai persiapan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Muktamar tersebut akan memilih Rais Aam dan Ketua Umum PBNU periode 2026–2031 sekaligus menentukan arah kebijakan organisasi untuk lima tahun ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








