Akurat Logo

Gus Yahya Akan Maju Lagi Jadi Ketum PBNU: Saya Sekarang Lebih Ngerti Menyempurnakan Program

Lufaefi | 15 Juli 2026, 12:30 WIB
Gus Yahya Akan Maju Lagi Jadi Ketum PBNU: Saya Sekarang Lebih Ngerti Menyempurnakan Program
Yahya Cholil Staquf (Instagram @gusyahya)

AKURAT.CO Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya memastikan akan kembali maju sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026.

Keputusan tersebut disampaikan Gus Yahya dalam konferensi pers di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Menurutnya, pencalonan kembali didorong keinginan untuk menuntaskan berbagai program strategis yang belum selesai selama periode kepemimpinannya.

"Saya memang hendak mencalonkan lagi karena ingin menyelesaikan agenda-agenda yang sejak awal sudah saya bangun. Saya sekarang lebih mengerti bagaimana menyempurnakan capaian-capaian yang sudah berhasil diperoleh," ujar Gus Yahya.

Baca Juga: Gus Yahya Balas Kritik Cak Imin: Belum Pernah Jadi Pengurus, Jadi Kurang Memahami Dinamika NU

Ia menilai sejumlah program yang belum selesai merupakan "utang organisasi" yang menjadi tanggung jawabnya untuk dituntaskan apabila kembali memperoleh amanah dari warga Nahdlatul Ulama.

Menurut Gus Yahya, pengalaman memimpin selama hampir lima tahun menjadi bekal penting untuk menyempurnakan berbagai kebijakan yang telah dijalankan agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh warga NU.

"Saya ingin menyempurnakannya sehingga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga Nahdlatul Ulama," katanya.

Salah satu capaian yang disoroti adalah penerapan sistem manajemen digital dalam tata kelola organisasi. Digitalisasi tersebut, kata dia, kini telah diterapkan tidak hanya di tingkat Pengurus Besar dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), tetapi juga telah menjangkau sebagian besar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) hingga Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU).

Selain reformasi manajemen organisasi, PBNU juga mengembangkan sejumlah program pemberdayaan ekonomi. Melalui Lembaga Pengembangan Pertanian NU, organisasi tersebut mengoordinasikan kelompok tani untuk mengakses program perhutanan sosial pemerintah.

Di tingkat internasional, PBNU juga tengah mengembangkan Syariah Global Services (SGS) sebagai platform layanan sertifikasi dan kepatuhan syariah global, sekaligus menjajaki kerja sama investasi dengan sejumlah pelaku usaha dari Malaysia.

"Kami sudah beberapa kali menerima delegasi dari Malaysia untuk membahas kerja sama bisnis dan investasi di Indonesia. Potensinya sangat besar jika dikembangkan," ujar Gus Yahya.

Menurutnya, keberlanjutan kepemimpinan diperlukan agar seluruh program tersebut tidak kembali dimulai dari tahap awal.

"Kalau saya meneruskan khidmat sebagai ketua umum, insya Allah ada manfaatnya sehingga kita tidak perlu mulai dari nol lagi," katanya.

Menanggapi berkembangnya wacana perubahan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU dari sistem pemungutan suara langsung (one man one vote) menjadi melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), Gus Yahya menyatakan menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada peserta Muktamar.

Menurut dia, penentuan sistem pemilihan merupakan kewenangan forum muktamar sebagai pemegang kedaulatan tertinggi organisasi.

"Soal metode atau tata cara pemilihan nanti diserahkan kepada muktamar. Muktamirin mau memilih cara yang seperti apa, silakan saja," ujarnya.

Ia menegaskan fokus utamanya saat ini adalah mempersiapkan pencalonan dan memastikan seluruh agenda organisasi dapat berjalan dengan baik.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi