FMNN Ingatkan Bahaya Intervensi Kekuasaan dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

AKURAT.CO Forum Masyarakat Nahdliyin Nusantara (FMNN) mengingatkan agar pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 bebas dari intervensi kekuasaan negara. FMNN menilai independensi organisasi perlu dijaga, terutama dalam proses pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
FMNN menyerukan agar seluruh pihak memberikan ruang kepada warga NU untuk menentukan kepemimpinan organisasi secara mandiri melalui mekanisme muktamar. Menurut organisasi tersebut, campur tangan kekuasaan dalam proses pemilihan dapat mengganggu independensi NU dan berpotensi menggeser orientasi organisasi dari kepentingan umat dan bangsa.
Peringatan tersebut disampaikan menjelang Muktamar NU ke-35 yang akan menjadi momentum penting bagi NU dalam menentukan kepengurusan dan arah organisasi untuk periode mendatang.
Baca Juga: PBNU Beri Kebijakan Khusus untuk Peserta dari Papua di Muktamar ke-35
FMNN juga menekankan pentingnya menjaga marwah NU sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan yang memiliki sejarah panjang dalam kehidupan kebangsaan Indonesia. Proses pemilihan Ketua Umum PBNU dinilai harus berlangsung secara demokratis, transparan, dan sesuai dengan mekanisme internal organisasi.
Muktamar NU ke-35 dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Forum tersebut akan menjadi salah satu agenda utama NU dalam menentukan kepemimpinan sekaligus arah kebijakan organisasi untuk lima tahun mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








