Arahkan Pengurus Rumah Ibadah Membentuk Ketahanan Ideologi Masyarakat

AKURAT.CO Masyarakat siaga harus terwujud baik di level desa siaga, tempat ibadah siaga, sekolah siaga, lingkungan sosial siaga serta warganet yang siaga.
Bila itu terjadi maka masyarakat akan memiliki ketahanan ideologi yang baik dalam menghadapi infiltrasi ancaman radikal terorisme.
Seperti tempat ibadah siaga, dalam hal ini para pengurus atau takmir harus didekati dan diarahkan, agar masjid tidak memberi ruang kepada dai dan penceramah yang menjadikan mimbar agama untuk menyebarkan ideologi ekstrem.
Baca Juga: PGI Dukung Komitmen Presiden Jokowi Terkait Pembangunan Rumah Ibadah
"Untuk membentuk ketahanan ideologi masyarakat salah satunya dengan mendekati dan memberi arahan kepada para takmir masjid. Kenapa? Karena takmir masjid yang menentukan siapa yang mau jadi khatib, siapa yang mau jadi imam, siapa yang mau ceramah di masjid tersebut," jelas Ketua Dewan Pertimbangan Pengurus Besar Al Washliyah, KH. Yusnar Yusuf Rangkuti, dalam keterangannya, Kamis (14/9/2023).
"Misalnya saya atau orang lain mau jadi khatib di masjid itu, takmirnya lalu bilang 'oh jadwalnya sudah penuh, kamu tidak bisa masuk'. Lalu ada pengajian 'takmirnya bisa menanyakan, kenapa ada pengajian lalu apa temanya, lalu siapa yang memberikan atau menyampaikan pengajian itu," jelasnya.
Menurut Yusnar, masih banyak takmir masjid tidak tahu atau tidak memahami bahaya dakwah yang menjurus ke ideologi atau ajaran ekstrem. Karena masjid dibiarkan jalan sendiri tanpa ada panduan dari pemerintah.
Baca Juga: Antisipasi Terorisme, Perlu Verifikasi Berlapis Dalam Seleksi Pegawai BUMN
Dia menyampaikan bahwa untuk membentuk ketahanan ideologi perlu dilakukan upaya duduk bersama antara pemerintah dengan ulama, serta pihak terkait untuk membicarakan masalah tersebut secara bersama-sama agar tidak kontra produktif.
"Selama ini mau duduk bersama itu sulit sekali dengan alasan waktu tidak ada dan sebagainya. Jadi kapan itu keselarasan itu bisa tercapai? Ya harus duduk bersama. Kita bicarakan apa yang menjadi permasalahan," kata Ketua Ikatan Persaudaraan Qari dan Qariah Hafiz dan Hafizah (IPQAH) Pusat itu.
Yusnar berpendapat bahwa saat ini penyebaran ideologi ekstrem banyak melalui media sosial. Seperti misalnya menyatakan kebencian terhadap pemerintah, menyebut pemerintah bohong dan sebagainya.
Baca Juga: Kesiapsiagaan Digital Cegah Penyebaran Terorisme Di Media Sosial
"Lalu bagaimana caranya agar itu bisa terendam? Tentunya berikan kepada ormas karena ormas punya kekuatan sampai di daerah untuk meredam itu," ujar Wakil Ketua Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) itu.
Selain itu, dalam mencegah penyebaran ideologi ekstrem harus dimulai dari tingkat madrasah, dari para guru.
Menurutnya, guru di sekolah adalah pendakwah nomor satu yang dapat menjadi pemicu seorang anak terpapar paham radikal.
"Al Washliyah misalnya, kami punya 1.700 sekolah, ada sembilan universitas. Guru-guru itu kita berikan pemahaman dan penjelasan, 'tolonglah kalian didik anak-anak itu secara baik dan bagus.' Kan ada itu namanya pendidikan psikologi, bimbingan konseling. Tentunya itu bisa sampai kepada anak-anak itu. Ajarkan agama yang baik, kan banyak sekolah agama dan banyak juga pesantren. Begitu saja selesai itu," Yusnar memaparkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








